UGM Siapkan 15.789 Peserta UTBK SNBT 2026: 14 Pusat, 44
Gambar atau konten salah?
UTBK SNBT 2026 dimulai hari ini, 21 April 2026. Universitas Gadjah Mada (UGM) memfasilitasi 15.789 peserta.
Terdapat 14 titik ujian, 44 ruang ujian, dan 14.52 unit komputer yang tersebar di berbagai fakultas dan unit UGM. Dibandingkan tahun sebelumnya, tambahan 80 unit komputer diluncurkan.
Menurut Direktur Direktorat Teknologi Informasi UGM, Prof Dr Ir Ridi Ferdiana, ST, MT, IPM, mengatakan penambahan unit komputer dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan SNBT tahun ini.
Kampus juga menyiapkan komputer cadangan untuk antisipasi kendala teknis di lapangan.
Sistem UTBK kampus menggunakan sistem operasi khusus berbasis Linux yang dioperasikan melalui media USB. Sistem tersebut dirancang dalam operasi terkontrol dengan aplikasi terintegrasi langsung dalam OS. Tidak ada pembaruan otomatis atau aplikasi latar belakang yang berisiko mengganggu jalannya ujian.
"Ridi menyebut sistem tersebut dapat mencegah penggunaan perangkat lunak jarak jauh yang sering dimanfaatkan untuk kecurangan."
"Lingkungan sistem yang tertutup ini membantu menjaga proses ujian tetap fokus dan aman dari intervensi luar," jelasnya melalui keterangan 21 April 2026.
UGM berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama pelaksanaan UTBK. Komunikasi dengan penyedia layanan internet juga dipastikan untuk menjaga kualitas koneksi.
"Koordinasi ini penting agar seluruh layanan pendukung tetap berjalan tanpa kendala selama ujian berlangsung," kata Ridi.
Pada 16 April 2026, kampus telah melakukan pembekalan bagi petugas UTBK. Pembekalan mencakup strategi pengawasan dan pencegahan kecurangan selama ujian. Panitia turut memberikan pelatihan terkait identifikasi pola kecurangan, baik yang menggunakan perangkat keras maupun lunak.
Dengan persiapan teknis, sistem keamanan, dan pelatihan staf, UGM berupaya menjaga kelancaran dan integritas UTBK SNBT 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
