UI Pertimbangkan SPPG Kampus untuk Dukungan MBG Nasional Indonesia

Rudi H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
UI Pertimbangkan SPPG Kampus untuk Dukungan MBG Nasional Indonesia

Gambar atau konten salah?

JakartaUniversitas Indonesia (UI) sedang melakukan kajian mendalam tentang perumusan model Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selaras dengan tata kelola universitas.

UI menegaskan dukungannya terhadap program gizi nasional, khususnya yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dipandang sebagai investasi strategis bagi generasi muda Indonesia dan sebagai fondasi penting Indonesia Emas 2045.

“Pelaksanaannya harus akuntabel, profesional, dan selaras dengan fungsi utama universitas sebagai pusat pendidikan dan riset,” kata Rektor UI, Prof Dr Ir Heri Hermansyah ST M Eng, IPU, dikutip dari laman UI, Jumat (07 Mei 2026).

Heri menyatakan UI menyambut arahan pemerintah agar perguruan tinggi ikut berkontribusi pada program MBG, dengan kesungguhan dan kepekaan terhadap dinamika masyarakat.

“Sebagai universitas riset, peran utama UI adalah memperkuat program MBG melalui pendidikan tenaga ahli gizi dan kesehatan, riset inovasi pangan dan gizi, kajian kebijakan, sosialisasi berbasis bukti, serta monitoring dan evaluasi berbasis metode ilmiah,” jelas Heri.

UI memiliki beberapa program studi yang relevan dengan MBG, antara lain Prodi Gizi dan Kesehatan Masyarakat, Teknologi Bioproses, dan Pendidikan Dokter serta Ilmu Keperawatan.

UI menyampaikan optimisme bahwa dapat memberi dampak signifikan bagi keberhasilan program gizi nasional lewat pendekatan berbasis keilmuan dan tata kelola yang baik.

Apakah UI akan dirikan SPPG? Sebelumnya, kepada pihak tertentu, Rektor UI mengatakan SPPG di bawah universitas harus dikaji dulu sebelum diputuskan akan dibuka atau tidak.

“Nah, terkait dengan tadi MBG, di dalam universitas, itu kan kita memiliki banyak unit usaha. Ada yang punya hotel, misalnya kita di UI punya Wisma Makara. Di dalam Wisma Makara itu ada dapur yang sudah biasa melayani masakan dan lain-lain untuk tamu hotel dan lain-lain,” kata Heri di kantornya, Senin (04 Mei 2026).

“Nah, seandainya nanti ada MBG pun, SPPG ya, ini perlu dikaji terlebih dahulu ya. Tentunya bukan di universitasnya, tetapi di unit usahanya yang lebih relevan. Jadi bukan di universitasnya yang memiliki tugas yang sudah jelas, yaitu pendidikan, riset inovasi, dan pengajaran masyarakat. Nah, unit usaha yang relevan yang tentunya seharusnya nanti yang menangani,” jelasnya.

Pembukaan SPPG di kampus sebelumnya disampaikan oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana. Ia menyebut kampus bisa mulai mempertimbangkan untuk punya setidaknya satu SPPG.

“Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri,” ujar Dadan.

Universitas yang sudah memiliki SPPG adalah Universitas Hasanuddin. IPB University juga diperkirakan akan mengikuti langkah tersebut di masa depan.

Dengan menempatkan program gizi di unit usaha yang relevan, UI berusaha menjaga fokus utama sebagai lembaga pendidikan dan riset, sambil memanfaatkan sumber daya internal untuk mendukung inisiatif nasional. Program ini menandai langkah konkret dalam memperkuat jaringan layanan gizi di lingkungan kampus, sekaligus membuka peluang bagi civitas akademika untuk berpartisipasi langsung dalam penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.

Universitas IndonesiaSPPGMakan Bergizi GratisBadan Gizi NasionalRiset Inovasi PanganPendidikan Tenaga Ahli GiziMonitoring EvaluasiUnit Usaha

Komentar

Memuat komentar...