UI Tegaskan Tidak Menutup Prodi, Fokus Update Nomenklatur
Gambar atau konten salah?
Rektor Universitas Indonesia, Prof. Heri Hermansyah, menanggapi usulan penataan program studi yang diajukan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, menegaskan bahwa sepanjang sejarah UI belum pernah menutup program studi. Ia menyatakan, "Saya belum pernah mendengar ya. Tapi kalau perubahan nama (nomenklatur prodi) ada," ketika dijawab pertanyaan mengenai apakah pernah ada penutupan prodi.
Di kantor Rektor, yang terletak di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, pada hari Senin, 04 Mei 2026, Heri menjelaskan contoh kasus perubahan nomenklatur di Fakultas Teknik. Ia mengingatkan bahwa Fakultas Teknik dulu memiliki program studi Teknik Gas dan Petrokimia, yang didirikan sekitar tahun 1985. Pada tahun 1996, mulai muncul wacana untuk mengganti nama program studi tersebut.
Menurut Heri, "Di tahun 96 udah mulai ada wacana, nah ini kayaknya ini akan berkembang industrinya. Mungkin Teknik Petrokimia nanti di masa depan ini terlalu sempit, industrinya akan lebih lebar. Ini udah saatnya diganti menjadi Teknik Kimia," ia katakan. Ia menambahkan bahwa proses perubahan nama biasanya memunculkan pro dan kontra, yang kemudian menjadi bahan kajian. Akhirnya, nama Teknik Gas dan Petrokimia resmi berubah menjadi Teknik Kimia pada tahun 2006. Heri menjelaskan bahwa perubahan tersebut tidak terjadi sekaligus, melainkan dipertimbangkan dengan matang, termasuk aspek dosen, kompetensi, mahasiswa, dan ekosistem laboratorium.
Wacana penutupan program studi sebelumnya muncul dari Plt Sekjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Badri Munir Sukoco. Ia menyatakan, "Jadi ini menurut kami di kementerian perlu kebijakan bersama. Kami berharap juga support teman-teman dari PTPK, tentunya bapak rektor yang ada di sini semuanya, (supaya) ada kerelaan. Bukan hanya kerelaan, nanti mungkin ada beberapa hal yang harus kami eksekusi dalam waktu yang tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi, perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansinya," kata Badri pada Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026, 23 April 2026, yang disiarkan ulang di YouTube Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Di sisi lain, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan evaluasi dan pembaruan program studi di perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa langkah ini bertujuan memastikan relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini. Ia menyampaikan hal tersebut setelah memimpin upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 di lapangan Kemdikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, 02 Mei 2026.
Brian menekankan, "Untuk program studi, alih-alih ditutup Program studi itu kita kembangkan dalam artian, kita lakukan evaluasi, kita lakukan update ya, sehingga substansi dari prodi-prodi itu terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terus mengikuti perkembangan temuan-temuan terbarunya," ucapnya. Ia memberi contoh, pada program studi teknik elektro, penyesuaian dilakukan dengan memasukkan konsep internet of things (IoT) dan komputasi kuantum. Ia menambahkan, "Maka itu kita sesuaikan, jadi itu secara terus-menerus yang kita sebut sebagai continuous improvement. Substansi isi dari prodi itu yang perlu di-update," kata ia.
Secara keseluruhan, kedua pihak menekankan pentingnya penyesuaian program studi agar tetap relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi. Proses ini melibatkan evaluasi berkelanjutan, pembaruan kurikulum, dan kolaborasi antara perguruan tinggi, kementerian, serta lembaga terkait. Dengan pendekatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman, sementara institusi pendidikan tetap menjadi penggerak inovasi dan kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz