Ulat Hidup di MBG Boyolali, Ditemukan Tiga Kali

Guntur P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Ulat Hidup di MBG Boyolali, Ditemukan Tiga Kali

Gambar atau konten salah?

Seorang pengelola PAUD di Boyolali melaporkan temuan ulat hidup di menu makanan bergizi gratis (MBG). Ulat itu ditemukan di daun selada yang disajikan untuk anak-anak didiknya. Ini bukan pertama kalinya.

Dewi Ritaningsih, pengelola PAUD/KB Kids Fun Education di Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, mengaku sudah tiga kali menemukan ulat dalam menu MBG. "Tidak hanya kali ini saja. Sudah tiga kali ini," katanya saat dihubungi pada Selasa, 14 Juli 2026.

Dari beberapa video yang diterima, ulat kecil yang masih berupa belatung itu tampak jelas berada di daun selada. Di video lain, ulat terlihat merayap di atas nampan makanan. Ulat itu masih hidup dan bergerak.

Dewi mengatakan pihaknya langsung menghubungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG setempat. Petugas SPPG pun datang ke PAUD tersebut. Selama kurang lebih dua bulan terakhir, setiap menu MBG selalu menyertakan daun selada. Menurut penjelasan dari SPPG, daun selada ditambahkan agar tampilan makanan lebih menarik. Dewi menduga ulat itu berasal dari daun selada tersebut.

"Saya curiga, ini (ulat) mungkin dari daun selada," ujarnya.

Dua temuan sebelumnya, ulat langsung dimatikan. Tapi tetap dilaporkan ke SPPG sebagai catatan. "Pertama kita ingatkan dulu, (temuan) yang kedua ditulis di laporan. Karena setiap hari kita dikasih tulisan, hari ini menunya bagaimana, pendapat apa, ditulis di situ," tambah Dewi.

Ulat kali ini ditemukan di satu nampan. Namun Dewi khawatir ada nampan lain yang juga mengandung ulat dan tidak sengaja termakan anak-anak. "Tadi saya ketahui baru satu. Namanya ngajar, anak banyak, ya melayani sana melayani sini, kan saya tidak bisa satu-satu harus saya teliti, ya menghabiskan waktu," jelasnya.

Dewi juga menyebut temuan serupa tidak hanya terjadi di PAUD yang dikelolanya. Ia mendengar kabar bahwa MIM Pandeyan juga menemukan ulat di daun selada menu MBG. Sekolah tersebut mendapat pasokan dari SPPG yang sama. "Ini dari sekolah lain juga ada kasus yang sama," katanya.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Boyolali, M Syawalludin, mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti laporan tersebut. Tim dari kecamatan, puskesmas, dan pihak terkait sedang melakukan verifikasi di lapangan. "Sedang diverifikasi atas kondisi makanan antara Kepala SPPG dan jajaran/ahli gizi, pelapor bu Dewi, Pak Camat dan Puskesmas," ujar Syawalludin.

Hasil verifikasi di lokasi sekolah dan dapur SPPG akan menjadi bahan penyikapan Satgas. Temuan ini nantinya akan disampaikan ke Koordinator Wilayah dan Badan Gizi Nasional (BGN), atau langsung ditindaklanjuti ke pihak SPPG. Prosedur ini sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) BGN.

Kasus ini menunjukkan bahwa pengawasan kualitas bahan pangan dalam program MBG masih perlu diperketat. Temuan berulang di lokasi yang sama, dan kabar serupa dari sekolah lain, menandakan masalah ini bukan sekadar kelalaian sesaat. Proses pencucian dan pemilahan sayuran sebelum disajikan kepada anak-anak menjadi titik kritis yang harus diperbaiki oleh penyedia makanan.

temuan ulatmenu MBGPAUD Boyolalidaun seladapengawasan kualitaspengelola PAUDSPPG

Komentar

Memuat komentar...