Universitas Australia Buka Cabang di Indonesia, Fokus Industri
Gambar atau konten salah?
Beberapa universitas Australia telah membuka cabang di Indonesia, menambah pilihan pendidikan internasional bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya menawarkan gelar, melainkan juga menekankan kerja sama dengan industri dan persiapan lulusan agar siap masuk dunia kerja.
Perbincangan ini muncul pada Simposium TNE CONNECT Indonesia‑Australia 2026, yang digelar di Hotel The Westin Jakarta pada Senin, 25 Mei 2026. Acara ini menampung lebih dari 30 universitas dari kedua negara, serta perwakilan pemerintah Indonesia dan Australia.
Professor Jennifer Westacott AC, yang menjabat sebagai Chancellor Western Sydney University sekaligus Business Champion for Indonesia, menegaskan pentingnya kolaborasi pendidikan transnasional (TNE) yang melibatkan industri. "Apa yang kami lakukan hari ini dan besok adalah mempertemukan akademisi, peneliti, dan pengajar terkemuka dari universitas Australia dan Indonesia untuk duduk bersama dan mencari tahu bagaimana kami dapat bermitra bersama, bagaimana kami bekerja sama, bagaimana kami melakukan riset bersama, bagaimana kami mengajar bersama," ujar Westacott dalam sesi tanya jawab.
Ia menambahkan bahwa kampus harus memastikan pengembangan keterampilan dan kurikulum selaras dengan kebutuhan industri. "Yang paling penting, kami bekerja dengan industri sehingga kami melakukan pengembangan keterampilan dan pengembangan kurikulum yang akan memastikan masyarakat memiliki pekerjaan yang baik," katanya.
Westacott menyoroti bahwa keterlibatan industri menjadi fokus utama dalam pengembangan kampus Australia di Indonesia, termasuk di kampus Western Sydney University di Surabaya. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak cukup hanya memberikan gelar; ia juga harus memperkuat kesiapan kerja mahasiswa.
“Bagian yang sangat penting dari pendidikan inklusif adalah memastikan masyarakat memiliki pekerjaan pada akhirnya,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kampus Surabaya bekerja sama dengan berbagai sektor industri untuk membuka peluang penempatan kerja bagi mahasiswa.
“Salah satu hal yang kami lakukan di Surabaya adalah bekerja sangat dekat dengan industri untuk memastikan mahasiswa kami mendapatkan penempatan, tetapi yang paling penting mereka mendapatkan pekerjaan,”
Dalam forum tersebut, Westacott juga menyoroti dampak AI, digitalisasi, dan robotika terhadap kebutuhan keterampilan kerja di masa depan. "Dunia kita sedang mengalami perubahan luar biasa sebagai bagian dari AI, digitalisasi, dan robotika," ujarnya.
Ia menekankan bahwa kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Australia penting untuk memastikan sistem pendidikan dapat mengikuti perubahan tersebut. Pendidikan transnasional dapat menjadi ruang untuk membangun kemitraan pembelajaran sepanjang hayat atau lifelong learning. “Itu akan menjadi hal yang benar-benar penting ketika dunia mengalami perubahan besar ini,”
Seperti yang diketahui, tiga kampus Australia telah membuka cabang di Indonesia: Monash University di Tangerang, Banten; Deakin‑Lancaster University, yang merupakan kolaborasi Australia‑Inggris, di Bandung, Jawa Barat; dan Western Sydney University di Surabaya, Jawa Timur.
Pemerintah Australia menggelar Simposium TNE CONNECT Indonesia‑Australia 2026 pada 25‑26 Mei 2026 untuk memperkuat kolaborasi pendidikan transnasional antara institusi pendidikan tinggi Australia dan Indonesia. Forum ini mempertemukan lebih dari 30 universitas dari kedua negara dan melibatkan perwakilan pemerintah Indonesia dan Australia.
Gita Kamath, Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, menekankan bahwa pendidikan menjadi fondasi penting dalam hubungan bilateral. “Australia berkomitmen untuk memperdalam hubungan pendidikan kami dengan Indonesia. TNE CONNECT dibangun di atas hubungan kuat yang telah terjalin dengan tiga universitas Australia yang telah mengoperasikan kampus cabang di Indonesia serta lebih dari 25.000 warga Indonesia yang menempuh pendidikan di Australia pada tahun lalu,”
Simposium ini juga menghadirkan sejumlah panelis dari Indonesia dan Australia, di antaranya Professor Jennifer Westacott AC, Tenaga Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Professor Hermawan Kresno Dipojono, serta Rektor Deakin University Lancaster University Indonesia Professor Greg Barton.
Acara ini menegaskan bahwa kolaborasi antara universitas dan industri dapat menghasilkan lulusan yang lebih siap kerja, sekaligus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan pasar yang terus berubah. Fokus pada AI dan digitalisasi menandai kebutuhan akan keterampilan baru yang relevan dengan era teknologi. Dengan demikian, pendidikan transnasional di Indonesia dapat menjadi platform bagi mahasiswa untuk mengakses peluang kerja dan belajar sepanjang hayat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
