Unpad Luncurkan Guru Unggul, Fokus Kompetensi & Konten
Gambar atau konten salah?
Guruku: Guru Unggul Raih Kualitas diluncurkan di Universitas Padjadjaran (Unpad) pada hari Rabu, 20 Mei 2026. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menandai momen ini sebagai langkah baru dalam menggeser fokus pendidikan dari sekadar akses menjadi mutu. Acara tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi, termasuk Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Dr Atip Latipulhayat, SH, LLM, PhD.
Prof Dr Atip Latipulhayat menegaskan bahwa salah satu motivasi utama berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sesuai amanat konstitusi adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menambahkan bahwa implementasi misi tersebut kini dihadapkan pada tantangan pemenuhan kualitas pendidikan yang merata.
"Sebelumnya kita berusaha mengejar agar semuanya memiliki akses terhadap pendidikan, dan itu sudah. Akan tetapi, PR yang masih menantang di hadapan kita adalah akses untuk pendidikan yang bermutu. Persentasenya masih sangat kecil, mungkin di bawah 20 persen jika kita merujuk pada parameter seperti perolehan skor PISA," ujar Atip dalam acara peluncuran Beasiswa Guru, yang disiarkan melalui platform YouTube Unpad.
Atip menambahkan bahwa Indonesia memiliki tantangan geografis yang luar biasa dengan hampir 400.000 satuan pendidikan tersebar di belasan ribu pulau. Ia menyatakan bahwa hal ini memerlukan strategi penanganan yang jauh lebih kompleks dibandingkan negara lain seperti Singapura.
Elemen paling krusial untuk mencapai target pendidikan berkualitas, menurut Atip, berada di tangan para pendidik. Ia mengakui bahwa kualifikasi formal guru di Indonesia hampir mendekati 100 persen lulusan D4 atau S1, namun hal tersebut belum berbanding lurus dengan kompetensi nyata di ruang kelas.
"Ternyata guru yang memiliki kualifikasi formal seperti itu tidak berbanding lurus dengan kompetensi. Seolah-olah ijazah menjadi password untuk kompetensi, padahal tidak selalu demikian di lapangan. Karena itu, setelah kualifikasi selesai, kata kunci berikutnya adalah kompetensi," ungkapnya.
Untuk mengatasi celah kompetensi ini, Kemendikdasmen mencanangkan pendekatan baru yang disebut pembelajaran mendalam atau deep learning. Model ini mulai diterapkan di berbagai sekolah model, mendorong guru untuk menguasai konten materi secara mendalam agar esensi ilmu dapat ditransfer dengan kuat kepada siswa, bukan sekadar menjalankan prosedur mengajar.
Program beasiswa S2 di Unpad menitikberatkan pada dua aspek utama yang dinilai krusial bagi masa depan pendidikan dasar dan menengah. Pertama, penguatan konten keilmuan, khususnya pada bidang MIPA dan bahasa asing sebagai bahasa ilmiah. Kedua, kemampuan kepemimpinan atau leadership.
"Saya mohon dua hal untuk di Unpad ini pada program S2-nya. Pertama adalah penguatan untuk konten, dan yang kedua adalah leadership. Sektor konten ini menjadi tantangan kita yang hampir merata," jelas Atip di hadapan Rektor Unpad, Prof Dr dr Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, SpM(K), MKes, PhD, beserta jajaran civitas akademika.
Unpad dipilih sebagai mitra strategis karena reputasinya yang besar. Kemendikdasmen meyakini bahwa Unpad mampu mencetak tenaga pendidik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan zaman. Atip berharap program kemitraan ini berjalan sukses dan mampu melahirkan cetak biru baru bagi peningkatan mutu guru nasional.
"Saya yakin Unpad adalah salah satu perguruan tinggi terbaik. Melalui kerja sama ini, saya menekankan, Unpad mungkin bisa menjadi model yang menghasilkan guru dengan penguasaan konten yang mumpuni. Boleh dikatakan, 50 persen ketercapaian pendidikan yang berkualitas itu ada pada gurunya," pungkas Atip.
Program ini menandai langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru. Dengan fokus pada konten dan kepemimpinan, serta pendekatan pembelajaran mendalam, diharapkan guru-guru di Indonesia dapat lebih efektif dalam menyampaikan ilmu kepada siswa. Inisiatif ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah dan perguruan tinggi dalam menciptakan tenaga pendidik yang siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait