UNY Terapkan Kerja Hybrid dan Pembelajaran Jarak Jauh
Gambar atau konten salah?
Pemerintah, lewat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mengeluarkan surat edaran yang menuntut efisiensi operasional di semua perguruan tinggi. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menanggapi dengan menyesuaikan pola kerja dan penyelenggaraan akademik.
Di UNY, semua pegawai kini bekerja secara hibrida. Tugas kedinasan di kantor, atau Work From Office (WFO), difokuskan pada hari Senin sampai Kamis. Setiap Jumat, dosen dan tenaga kependidikan (tendik) dapat bekerja dari rumah, atau Work From Home (WFH).
Surat Edaran Rektor UNY Nomor 2 Tahun 2026 menyatakan, “Pegawai yang melaksanakan WFH wajib memastikan alat komunikasi selalu aktif. Dalam hal terdapat kebutuhan organisasi, pimpinan dapat meminta pegawai yang bersangkutan untuk hadir di kantor,” .
Untuk unit tendik, jumlah staf yang boleh WFH dibatasi paling banyak 50% dari total pegawai. Hal ini bertujuan menjaga layanan fisik di kantor tetap berjalan optimal.
Seluruh pegawai tetap diwajibkan mencatat kehadiran secara digital melalui laman resmi presensi UNY sesuai jam kerja yang berlaku. Sistem ini memastikan koordinasi organisasi tidak terhambat.
Perubahan signifikan juga dirasakan oleh mahasiswa. Menurut kebijakan terbaru, pembelajaran bagi mahasiswa semester 5 ke atas dan mahasiswa Program Pascasarjana dapat dilaksanakan secara daring atau jarak jauh. Tujuannya mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.
Namun, UNY tetap menegaskan bahwa mata kuliah yang bersifat praktis harus tetap tatap muka. Kegiatan di laboratorium, studio, bengkel kerja, klinik, dan praktik lapangan tetap diwajibkan berlangsung di ruang fisik karena memerlukan interaksi langsung.
Di sisi lain, layanan administrasi mahasiswa, bimbingan dosen, serta pelaksanaan ujian tugas akhir seperti skripsi, tesis, dan disertasi didorong beralih ke platform digital. Langkah ini diharapkan meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas proses akademik.
UNY juga memperketat aturan penggunaan sumber daya dan mobilitas dinas. Kampus berkomitmen menurunkan perjalanan dinas domestik hingga 50% dan luar negeri hingga 70%, kecuali untuk agenda strategis yang sangat penting.
Penggunaan kendaraan dinas operasional kini lebih dibatasi. Warga kampus didorong beralih menggunakan transportasi publik. Langkah ini bertujuan mengurangi jejak karbon dan biaya operasional.
Penghematan energi menjadi fokus lain. Semua unit kerja diinstruksikan mengatur pendingin ruangan (AC) pada suhu paling rendah 25°C dan mematikan perangkat listrik saat tidak digunakan. Kebijakan ini menambah kesadaran akan efisiensi energi di lingkungan kampus.
Pimpinan di setiap fakultas dan unit kerja diwajibkan melakukan monitoring serta evaluasi berkala. Tujuannya memastikan mutu pendidikan tetap terjaga meski pola kerja baru diimplementasikan.
Dengan kebijakan ini, UNY mencoba menyeimbangkan kebutuhan fleksibilitas kerja dan belajar dengan tetap menjaga kualitas layanan dan efisiensi sumber daya. Langkah-langkah tersebut mencerminkan upaya perguruan tinggi dalam menyesuaikan diri dengan era digital sambil mempertahankan standar akademik yang tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
