UTBK Unsulbar 2026 Terungkap Joki dan Decoder, KTP Palsu

Mira T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
UTBK Unsulbar 2026 Terungkap Joki dan Decoder, KTP Palsu

Gambar atau konten salah?

UTBK SNBT 2026 di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menjadi sorotan setelah terungkap metode kecurangan dan manipulasi yang melibatkan joki. Pada 21 April 2026, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok, ST, MT, menyampaikan temuan tersebut dalam konferensi pers.

Ia menjelaskan, “Juga masih di pusat UTBK Unsulbar, itu ditemukan upaya perjokian dengan mengganti peserta. Jadi ini sengaja dilihat, jadi orang yang sama itu mengikuti UTBK di tahun 2025-2026 untuk nama pesertanya. Jadi orangnya sama, ikut ujian 2025-2026 untuk dua nama. Bisa dipahami ya? Jadi itu sudah pasti merupakan joki yang mengganti.”

Menurut Plt Wakil Rektor 1 Unsulbar, Tasrif Surungan, dua pelaku berasal dari luar Sulawesi Barat. Mereka diduga merupakan bagian dari sindikat perjokian UTBK yang datang ke Sulbar. “Keduanya merupakan perempuan yang bermukim di wilayah luar Sulbar. Mereka diduga sindikat perjokian UTBK yang datang ke Sulbar,” ujarnya.

Surungan menambahkan, “Modusnya itu, dia bisa dilihat sebagai joki ya, di mana joki untuk menambang soal. Jadi, dia akan membaca itu (soal-soal) secara diam-diam dan itu kemudian terkirim suara itu ke pusat dia (kelompok sindikatnya).”

Penegak kecurangan terungkap ketika kedua pelaku melewati metal detector sebelum masuk ruang ujian. Panitia perempuan menemukan alat bantu dengar dan ponsel di balik pakaian mereka. Tasrif menyebut alat tersebut tampak jadul. “Alat itu kelihatan jadul, tetapi itu kelihatannya sudah diganti dia punya sistem ya. Di mana HP itu menjadi semacam decoder, jadi decoder itu kelihatan seperti HP, kemudian dia dihubungkan ke headset masuk ke telinga,” jelasnya.

Selain decoder, pelaku juga menggunakan KTP palsu yang baru dirilis pada April 2026. KTP palsu tersebut menjadi bagian dari manipulasi identitas peserta. Tasrif menegaskan, “Sebenarnya banyak yang bisa di-coverage dari saya ini. Indikasi hampir semua kecurangan itu dari dulu sampai sekarang itu 99 persen itu pilihannya adalah (jurusan) kedokteran.”

Kasus ini sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum. Pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Polres Majene. Pemeriksaan lebih lanjut akan menelusuri jaringan sindikat yang terlibat.

Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat pada ujian nasional berbasis komputer. Sistem keamanan harus diperkuat agar tidak ada pelaku joki yang dapat menyalin soal atau memanipulasi identitas peserta. Pemerintah dan lembaga pendidikan diharapkan dapat menindak tegas pelaku kecurangan ini agar integritas ujian tetap terjaga.

UTBKUnsulbarperjokianKTP palsusindikatmetal detectordecoder

Komentar

Memuat komentar...