Xabi Alonso Resmi Tangani Chelsea, Target Bangun Ulang Tim
Gambar atau konten salah?
Xabi Alonso resmi diperkenalkan sebagai manajer baru Chelsea pada Senin, 13 Juli 2025 waktu London. Ia datang dengan tugas berat: membangun ulang tim yang musim lalu benar-benar berantakan.
Musim lalu, Chelsea kacau di semua kompetisi. Kekacauan dimulai setelah Enzo Maresca hengkang di awal tahun. Tanpa arah yang jelas, The Blues terpuruk ke peringkat 10 klasemen Liga Inggris. Mereka gagal total di Liga Champions dan Piala Liga Inggris. Satu-satunya secercah harapan adalah menjadi runner-up Piala FA. Namun hasil itu tidak cukup untuk menutupi musim yang buruk. Chelsea bahkan tidak lolos ke kompetisi Eropa untuk musim 2026/2027.
Alonso tidak mau banyak bicara soal masa lalu. "Saya tidak bisa menilai hal-hal di masa lalu karena saya tidak ada di sini saat itu, jadi itu akan tidak adil," katanya kepada Daily Mail. Ia lebih memilih fokus ke depan. "Yang kami inginkan adalah tim dengan mentalitas yang tepat, semangat yang tepat, standar yang tepat, dan secara konsisten membangunnya setiap hari. Itu yang penting."
Pernyataan itu menegaskan pendekatannya. Alonso tidak datang sebagai penyelamat dengan tongkat ajaib. Ia datang sebagai pembangun fondasi. "Saya bukan seorang jenderal, tapi saya seorang profesional yang baik, dan saya tahu apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang profesional yang baik. Itulah standar yang kami inginkan untuk seluruh organisasi," tegasnya.
Reputasi Alonso sebagai manajer sudah terbukti. Ia membawa Bayer Leverkusen menjadi juara. Prestasi itu membuat Real Madrid merekrutnya. Namun ia juga tidak bertahan lama di Madrid dan pergi di awal tahun ini. Sekarang, tantangan baru menantinya di London.
Soal target, Alonso tidak muluk-muluk. Ia jelas menginginkan trofi. Tapi ia sadar ada tahapan yang harus dilalui. "Waktu yang akan membuktikan apakah kami layak mendapatkannya, tapi inilah tujuan klub. Ini harus menjadi ambisi semua orang. Kami perlu mengambil langkah-langkah yang tepat. Kami perlu membangun skuad yang tepat, serta memiliki mentalitas yang tepat," kata mantan gelandang Liverpool, Bayern Munich, dan Real Madrid itu.
Langkah pertama adalah mengenali pemainnya lebih dalam. "Saya perlu mengenal para pemain lebih dalam. Saya mengenal mereka, tapi saya perlu mengenal mereka lebih dekat, untuk mendapatkan wawasan, pendapat, dan gambaran tentang bagaimana mereka sebenarnya, serta apa yang bisa kita peroleh dari mereka."
Alonso optimis prosesnya tidak akan memakan waktu terlalu lama. "Dari situ, kita akan memulainya. Berapa lama? Saya tidak bisa mengatakan. Saya tidak berpikir bahwa kita terlalu jauh untuk menciptakan tim yang bagus, bersaing di setiap pertandingan, dan memenangkan banyak pertandingan. Sejujurnya, saya berpikir demikian."
Xabi Alonso datang dengan rencana yang jelas. Ia tidak menjanjikan keajaiban instan. Ia berbicara tentang proses, mentalitas, dan standar. Chelsea yang hancur musim lalu butuh waktu untuk bangkit. Alonso tahu itu. Ia hanya berharap waktu yang diberikan cukup untuk membuktikan bahwa ia adalah orang yang tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
