Xbox Tegaskan Game Pass Terlalu Mahal, Rencanakan Versi Iklan
Gambar atau konten salah?
CEO Xbox baru, Asha Sharma, menilai harga langganan Game Pass terlalu tinggi. Ia menyampaikan hal ini lewat memo internal kepada karyawan. Sharma menegaskan bahwa Game Pass tetap penting bagi masa depan Xbox, namun ia menekankan bahwa model saat ini belum final dan masih dapat diubah.
“Dalam jangka pendek, Game Pass telah menjadi terlalu mahal bagi para pemain, jadi kami membutuhkan persamaan nilai yang lebih baik. Dalam jangka panjang, kami akan mengembangkan Game Pass menjadi sistem yang lebih fleksibel yang membutuhkan waktu untuk diuji dan dipelajari,” kata Sharma, dilansir The Verge pada Kamis 16 April 2026.
Pernyataan ini muncul beberapa bulan setelah Xbox menaikkan harga layanan. Pada Oktober 2025, Xbox Game Pass Ultimate naik 50% menjadi USD 29,99 per bulan. Sementara Premium dibanderol USD 15, Essential USD 10, dan PC Games Pass USD 16,50.
Menurut laporan The Information, Sharma berencana menerapkan model penetapan harga baru yang menurunkan biaya langganan. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah paket berlangganan beriklan, sehingga pemain dapat mengakses game dengan harga lebih rendah atau bahkan gratis, meski ada iklannya.
Model ini meniru layanan streaming film seperti Netflix, yang menawarkan paket berlangganan dengan iklan lebih murah. Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa Microsoft telah membahas kemungkinan menggabungkan Game Pass dengan langganan Netflix.
Direktur Utama Netflix, Greg Peters, mengkonfirmasi bahwa diskusi telah berlangsung, dan mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut telah menjajaki berbagai ide, meskipun belum ada yang difinalisasi. “Anda harus melakukannya dengan cara yang menguntungkan konsumen dan menguntungkan kedua perusahaan. Microsoft masih mencoba mencari cara agar paket Game Pass dapat menguntungkan Microsoft,” ujarnya.
Dengan harga yang terus naik, Xbox berusaha menyeimbangkan antara nilai bagi konsumen dan keuntungan bagi perusahaan. Langkah-langkah baru ini menunjukkan upaya Microsoft untuk menyesuaikan layanan Game Pass agar tetap kompetitif di pasar yang semakin padat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Timnas PUBG Indonesia Lolos ke ENC 2026
Team Falcons ID di Ujung Tanduk di MWI 2026
Pengembang Game Keluhkan 55.000 Pengembalian Dana di Steam
Game Sepak Bola 4v4 dari Karakter Free Fire Hadir di Android
3 Tim Indonesia Berlaga di EWC 2026 Free Fire Hari Ini
Grand Theft Auto PS2 Masih Populer hingga Kini
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
