Xhaka Akui Sulit Hentikan Messi di Perempatfinal
Gambar atau konten salah?
Timnas Swiss bersiap menghadapi tantangan berat di perempatfinal Piala Dunia 2026. Lawan mereka adalah Argentina, dan satu nama menjadi pusat perhatian: Lionel Messi.
Messi sedang dalam performa luar biasa. Pemain berusia 39 tahun itu sudah mengoleksi delapan gol di turnamen ini. Ia mencetak gol di setiap dari lima pertandingan Argentina sejauh ini. Gawang Aljazair, Austria, Yordania, Tanjung Verde, dan Mesir semuanya kebobolan olehnya.
Gelandang Swiss, Granit Xhaka, tidak asing dengan tekanan melawan Argentina. Ia pernah mengalaminya langsung di Piala Dunia 2014. Saat itu, Swiss kalah tipis 0-1. Pertandingan di The Arena Corinthians pada 1 Juli 2014 berjalan ketat. Swiss berhasil menahan Argentina selama 90 menit penuh. Gol penentu baru datang di menit ke-118, dicetak oleh Angel Di Maria.
Xhaka berbicara terus terang tentang kesulitan menghentikan Messi. "Saya tidak tahu apakah kami bisa menghentikannya sepanjang 90 menit. Itu akan sulit," katanya kepada Reuters. Ia menambahkan, "Namun, kami harus cerdas, bermain kompak, menutup celah, dan tidak memberinya terlalu banyak ruang. Kami hanya mencoba memainkan permainan kami sendiri."
Laga Argentina versus Swiss dijadwalkan berlangsung di Kansas City Stadium pada Minggu, 12 Juli 2026. Pertandingan akan dimulai pukul 08.00 WIB.
Pertemuan ini mengingatkan pada sejarah pertemuan kedua tim di Piala Dunia. Swiss pernah nyaris menahan Argentina selama 118 menit pada 2014, tetapi akhirnya takluk. Kini, dengan Messi yang lebih matang dan tajam, tantangan bagi Swiss terasa lebih besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
