1 Juni: Sejarah Pemilihan Hari Lahir Pancasila di Indonesia

Fandi R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 239 dibaca
Bisik.id
1 Juni: Sejarah Pemilihan Hari Lahir Pancasila di Indonesia

Gambar atau konten salah?

Setiap tanggal 1 Juni, masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Peringatan ini menjadi momen penting dalam sejarah bangsa karena berkaitan dengan lahirnya dasar negara Indonesia.

Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, mengapa 1 Juni dipilih sebagai Hari Lahir Pancasila? Berikut sejarah lengkap dan fakta penting yang mungkin belum kamu ketahui.

Semua berawal dari Janji Manis Jepang dan sidang BPUPKI. Menurut catatan Museum Pendidikan Nasional, Jepang kalah di Perang Pasifik pada 1945. Menyadari kekalahan, Jepang berusaha menarik simpati rakyat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan dan membentuk lembaga guna mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Pada 29 April 1945, dibentuk badan bernama “Dokuritsu Junbi Cosakai” atau Badan Penyelidik Usaha‑Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). BPUPKI menggelar sidang pertama secara resmi pada 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945. Sidang tersebut menjadi momen penting karena sejumlah tokoh nasional menyampaikan gagasan dan pidato mengenai perumusan dasar negara Indonesia.

Selanjutnya, pada 1 Juni 1945, Soekarno memperkenalkan lima sila, yang terdiri dari Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Kata “pancasila” sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu “panca” yang berarti lima dan “sila” yang berarti dasar, prinsip, atau asas.

BPUPKI lalu membentuk Panitia Sembilan untuk merumuskan lebih rinci tentang Pancasila. Anggota Panitia Sembilan adalah:

  • Ir. Soekarno
  • Drs. Mohammad Hatta
  • Mr. A. A. Maramis
  • Mr. Muhammad Yamin
  • Achmad Soebardjo
  • Abikoesno Tjokrosoejoso
  • Abdul Kahar Muzakkar
  • H. Agus Salim
  • K.H. Abdul Wahid Hasyim

Hasil pembahasan Panitia Sembilan tertuang dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, yang berbunyi:

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk‑pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan

Namun terjadi perdebatan. Johannes Latuharhary menyampaikan keberatan terutama tentang kewajiban melakukan syariat bagi pemeluk‑pemeluknya.

Setelah melewati berbagai pembahasan dan perdebatan dalam rapat PPKI, pada 18 Agustus 1945, Mohammad Hatta membacakan rumusan final pembukaan UUD Negara. Salah satu perubahan penting yang dilakukan adalah penyederhanaan sila pertama menjadi “Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”. Rumusan tersebut kemudian dianggap sebagai bentuk final dasar negara yang dikenal dengan nama Pancasila. Selanjutnya, Pancasila resmi ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia melalui sidang BPUPKI.

Penetapan tanggal 1 Juni sebagai hari libur nasional diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 oleh Presiden Joko Widodo. Setiap tanggal 1 Juni, seluruh aktivitas perkantoran instansi pemerintahan, sekolah, hingga sebagian besar sektor swasta diliburkan agar masyarakat dapat merefleksikan nilai‑nilai dasar negara yaitu Pancasila. Meskipun beberapa instansi menyelenggarakan upacara bendera pada hari tersebut, sejak saat itu, tanggal 1 Juni selalu ditetapkan menjadi hari libur nasional. Ketetapan ini tercantum dalam Surat Keputusan Bersama 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Itulah pembahasan terkait sejarah di balik kenapa 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Semoga bermanfaat.

Setelah memahami perjalanan sejarah, kita dapat melihat bagaimana nilai-nilai Pancasila dibangun melalui dialog, perdebatan, dan kesepakatan bersama. Hari Lahir Pancasila menjadi ajang bagi setiap warga Indonesia untuk merenungkan makna dasar negara yang telah menuntun bangsa menuju kemerdekaan dan persatuan.

Hari Lahir PancasilaBPUPKIPancasilaSoekarnoHattaKeputusan Presiden 24 Tahun 2016Joko Widodo

Komentar

Memuat komentar...