10 Negara Eropa Paling Tenang dan Jarang Dikunjungi

Kartika D. · 4 min baca · 2 bulan lalu · 131 dibaca
Bisik.id
10 Negara Eropa Paling Tenang dan Jarang Dikunjungi

Gambar atau konten salah?

Tak semua orang mencari liburan yang ramai dan antrean panjang. Di tengah padatnya destinasi wisata di Eropa, masih ada sejumlah negara yang menawarkan suasana lebih tenang, jauh dari kerumunan, serta pengalaman perjalanan yang terasa lebih personal dan dekat dengan kehidupan lokal.

Pernah merasa lelah dengan antrean panjang di Menara Eiffel atau lautan manusia di kanal-kanal Venesia? Fenomena overtourism memang semakin nyata di berbagai destinasi populer Eropa, seperti Italia, Spanyol, dan Yunani. Namun, bagi wisatawan yang mendambakan ketenangan, pemandangan alam yang masih alami, serta interaksi yang lebih autentik dengan masyarakat setempat, Eropa masih menyimpan banyak pilihan yang belum terlalu ramai dikunjungi.

Berikut ini 10 negara Eropa yang masih relatif sepi turis, tetapi layak masuk daftar perjalanan berikutnya. Data statistik terbaru dari Eurostat dan ulasan media Falstaff menunjukkan bahwa negara-negara ini menawarkan pesona yang tak kalah memukau, meski jumlah pengunjungnya lebih rendah dibandingkan negara-negara besar.

  1. Liechtenstein (228.000 turis yang menginap)
  2. Makedonia Utara (2,1 juta turis yang menginap)
  3. Luksemburg (3,6 juta turis yang menginap)
  4. Latvia (5,0 juta turis yang menginap)
  5. Montenegro (15,3 juta turis yang menginap)
  6. Estonia (6,7 juta turis yang menginap)
  7. Albania (4,3 juta turis yang menginap)
  8. Lithuania (7,2 juta turis yang menginap)
  9. Malta (10,2 juta turis yang menginap)
  10. Serbia (12,4 juta turis yang menginap)

Liechtenstein adalah negara mungil yang terletak di tengah kawasan Eropa, terjepit di antara Swiss dan Austria. Negara ini dikenal sebagai tempat tinggal banyak jutawan dan dianggap sebagai negara teraman di dunia. Dengan hanya sekitar 228 ribu turis yang menginap per tahun, pengunjung dapat menikmati Kastil Vaduz dan kebun anggur kerajaan tanpa gangguan kerumunan. Keindahan pegunungan yang menakjubkan membuatnya menjadi surga bagi pencinta alam.

Makedonia Utara menawarkan Danau Ohrid yang jernih dan bersejarah. Dengan angka kunjungan yang rendah, wisatawan dapat mengeksplorasi situs warisan dunia UNESCO ini dengan sangat personal, sambil menikmati kuliner lokal yang kaya pengaruh Ottoman. Keunikan Danau Ohrid, yang dianggap sebagai salah satu danau tertua di Eropa, menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Luksemburg seringkali hanya dianggap sebagai pusat finansial, padahal negara ini memiliki lembah hijau dan benteng-benteng tua yang megah. Meskipun merupakan salah satu negara terkaya, Luksemburg tetap menawarkan pemandangan alam yang menenangkan. Angka kunjungan bahkan sempat mengalami sedikit penurunan, menjadikannya waktu yang tepat untuk berkunjung tanpa keramaian.

Latvia adalah perpaduan antara kota tua bergaya art nouveau di Riga dan hutan pinus yang luas. Dengan hanya 5 juta turis yang menginap, pantai-pantai berpasir putih di Jurmala menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di pantai Mediterania. Keindahan alam dan arsitektur kota tua membuat Latvia menjadi destinasi yang menarik bagi para pencari ketenangan.

Montenegro dikenal dengan pulau buatan Our Lady of the Rocks di Teluk Kotor, dekat kota kecil Perast. Pulau ini menjadi ikon wisata paling unik di kawasan Adriatik. Meskipun mulai populer, sebagian besar wilayah Montenegro tetap tidak tersentuh. Mayoritas turis berkumpul di pesisir pantai, sehingga area pegunungan seperti Taman Nasional Durmitor tetap menjadi pelarian yang sunyi bagi para pendaki.

Estonia adalah pemimpin dalam digitalisasi, tetapi secara fisik tetap sangat tradisional. Tallinn memiliki salah satu kota tua abad pertengahan yang paling terawat di dunia. Dengan kunjungan yang relatif rendah, traveler dapat bebas berkeliling tanpa harus berdesakan di gang-gang sempitnya. Keunikan Tallinn sebagai kota digital yang memadukan sejarah membuatnya menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan kombinasi modern dan tradisi.

Albania mengalami pertumbuhan pesat seiring populernya "Albanian Riviera", kawasan pesisir di bagian selatan Albania yang membentang di sepanjang Laut Ionia, dari sekitar Vlore hingga Sarande. Meskipun begitu, wilayah pegunungan di utara (Theth dan Valbona) tetap menjadi tempat yang "liar" dan sangat sedikit tersentuh oleh turis massal. Keindahan alam pegunungan dan pantai yang belum banyak dikunjungi menambah daya tarik Albania.

Lithuania dikenal dengan Curonian Spit, sebuah semenanjung pasir unik. Ibukotanya, Vilnius, memiliki atmosfer artistik dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan Eropa Barat. Keunikan Curonian Spit dan seni kota Vilnius membuat Lithuania menjadi pilihan bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya dan alam.

Malta adalah negara kepulauan kecil di Laut Mediterania yang terkenal dengan sejarah panjang, kota-kota berarsitektur batu pasir, dan laut biru yang jernih. Di ibu kotanya, Valletta, traveler dapat menemukan bangunan bersejarah bergaya Baroque, benteng tua, serta jalan-jalan sempit yang masih terawat sejak abad ke-16. Kota ini juga masuk daftar Warisan Dunia UNESCO dan cocok untuk wisata sejarah ringan sambil jalan kaki. Tak jauh dari sana, ada Mdina, kota tua yang dijuluki "Silent City". Untuk wisata alam, salah satu yang paling terkenal di Malta adalah Blue Lagoon di pulau Comino. Air lautnya sangat jernih dengan gradasi biru terang.

Serbia menawarkan perpaduan antara kehidupan kota Beograd yang dinamis dan ketenangan biara-biara kuno di pedesaan. Dibandingkan dengan negara tetangganya Kroasia, Serbia jauh lebih sepi dan autentik. Negara ini menjadi tempat yang cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan kehidupan lokal tanpa keramaian yang berlebihan.

Walaupun jumlahnya kecil, negara-negara ini menawarkan pengalaman berbeda. Mereka tetap memikat dengan keunikan alam, sejarah, dan budaya yang menawan. Bagi yang menginginkan liburan tanpa keramaian, Eropa masih menyimpan banyak pilihan yang layak dipertimbangkan.

overtourismEropanegara sepituris rendahkeindahan alambudaya lokalpengalaman personal

Komentar

Memuat komentar...