100.000 Warga Sambut Kepulangan Timnas Norwegia
Gambar atau konten salah?
Lebih dari 100.000 orang memadati jalan-jalan di Oslo untuk menyambut kepulangan tim nasional Norwegia dari Piala Dunia 2026. Meskipun langkah mereka terhenti di perempat final setelah kalah 1-2 dari Inggris melalui babak perpanjangan waktu, antusiasme warga dan keluarga kerajaan tidak surut.
Timnas Norwegia tiba di tanah air pada Senin waktu setempat. Sejak siang hari, area di sekitar Istana Kerajaan Oslo sudah dipenuhi lautan manusia. Kerumunan kemudian meluas hingga Karl Johans gate, jalan utama di pusat kota. Sebelum menemui publik, para pemain lebih dulu diterima oleh Raja Harald.
Kepulangan skuat asuhan Stale Solbakken disambut layaknya pahlawan. Video-video yang beredar di media sosial menunjukkan mereka mendapat sambutan istimewa sejak masih di dalam pesawat, kemudian berlanjut di bandara.
"Saya merasa sangat bangga, luar biasa. Saya mengikuti mereka baik saat di Norwegia maupun di Spanyol dan semangat masyarakat Norwegia selalu terasa sepanjang turnamen. Ini benar-benar luar biasa," kata seorang suporter bernama Catherine Breiland.
Para pemain kemudian muncul di tangga istana untuk menyapa pendukung, ditemani Pasukan Pengawal Kerajaan. Namun, satu nama absen hingga akhir acara: Erling Haaland. Penyerang andalan Norwegia itu harus meninggalkan acara lebih awal.
Akibatnya, Haaland melewatkan tradisi 'Viking row' bersama rekan-rekannya. Tradisi tersebut dipimpin langsung oleh Putra Mahkota Haakon dengan iringan tabuhan drum.
"Erling dan Sander (Berge) harus mengejar penerbangan mereka karena perjalanan kami dari AS mengalami keterlambatan selama empat jam," jelas pelatih Stale Solbakken.
Perayaan berlanjut dengan parade menggunakan bus tingkat atap terbuka yang berkeliling Oslo. Antusiasme warga membuat bus beberapa kali berhenti. Bahkan, bus sempat mundur karena polisi kesulitan membuka jalan di tengah padatnya massa. Para pemain tetap menikmati momen itu dengan melambaikan tangan kepada suporter hingga malam hari.
"Saya tidak pernah membayangkan perjalanan tim Norwegia tahun ini bisa sejauh ini. Menurut saya, seluruh masyarakat Norwegia pantas memberikan penghormatan kepada tim nasional yang telah tampil luar biasa sepanjang Piala Dunia," ujar Nicolai Sivesind, warga yang datang ke Oslo untuk mengikuti perayaan.
Di tengah perjalanan, parade sempat terhenti karena bus tingkat yang ditumpangi pemain terhalang kabel yang melintang rendah di atas jalan. Para pemain yang berdiri di dek atas terpaksa duduk agar bus bisa melintas.
Solbakken mengaku insiden itu mengingatkannya pada laga melawan Inggris. Menurutnya, bola sempat mengenai kabel kamera sebelum Jude Bellingham mencetak gol penyeimbang. Namun, FIFA berulang kali membantah bola menyentuh kabel sebelum gol tersebut terjadi.
Parade akhirnya berakhir di City Hall Square setelah menempuh rute sekitar 1,3 kilometer. Ribuan suporter masih bertahan untuk menyambut tim hingga acara ditutup.
"Saya rasa tidak ada yang membayangkan ini akan terjadi. Dukungan yang kami terima, baik saat berada di Amerika Serikat maupun ketika kembali ke Norwegia, jauh melampaui semua harapan, rasanya benar-benar luar biasa," kata sang kapten, Martin Odegaard, dengan bangga.
Perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026 memang berakhir lebih awal dari yang diharapkan. Namun, sambutan luar biasa dari lebih dari 100.000 warga menunjukkan bahwa pencapaian tim ini tetap dihargai setinggi mungkin. Dari keterlambatan penerbangan yang membuat Haaland absen dari tradisi tim, hingga insiden kabel yang mengingatkan pada kontroversi gol Bellingham, kepulangan timnas Norwegia menjadi perayaan yang tak terlupakan bagi seluruh negeri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
