104 Tahun, Ibu Marsiah Jadi Calon Haji Tertua Indonesia

Sari D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
104 Tahun, Ibu Marsiah Jadi Calon Haji Tertua Indonesia

Gambar atau konten salah?

1.205 warga Kabupaten Kediri dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Dari jumlah itu, satu nama menonjol karena menjadi calon jemaah haji tertua, tidak hanya di Kediri tetapi di Indonesia.

Ia adalah Marsiah, berusia 104 tahun, warga Kecamatan Semen. Meski telah menembus satu abad, Marsiah tetap semangat untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, Marsiah memang calon jemaah haji tertua tahun ini. “Untuk jemaah lansia cukup banyak. Termasuk yang paling tua adalah Ibu Marsiah dari Semen, usianya 104 tahun dan menjadi yang tertua se-Indonesia. Ini sangat luar biasa, di usia tersebut beliau masih memiliki semangat tinggi untuk berangkat haji,” kata Abdul Kholiq, Rabu (08 April 2026).

Secara harian, Marsiah dikenal sebagai penjual jenang atau bubur. Ia adalah ibu dari lima anak. Walau usianya sudah sangat lanjut, kondisinya terbilang baik dan masih mampu berkomunikasi lancar.

Ia mendaftar haji pada tahun 2021 dengan hasil tabungan dari berjualan jenang yang dikumpulkan sedikit demi sedikit. “Saya jualan bubur, keuntungannya ditabung. Cita-citanya kalau sudah cukup ingin dipakai berangkat ke Makkah,” kata Marsiah.

Untuk menjaga kebugaran, Marsiah rutin berjalan kaki di sekitar rumah. Ia juga tidak memiliki keluhan kesehatan serius, meski sesekali merasakan nyeri di bagian lutut. “Kadang jalan-jalan ke belakang rumah. Kalau ingin ya jalan, kalau tidak ya istirahat,” tuturnya.

Keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Kediri dijadwalkan pada 19 hingga 20 Mei 2026. Para jemaah akan diberangkatkan dari halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri.

Selain 1.205 jemaah utama, terdapat 62 orang yang masuk dalam daftar cadangan. Mereka berpeluang berangkat apabila ada jemaah yang batal, meninggal dunia, atau mengundurkan diri.

Para jemaah haji Kabupaten Kediri nantinya akan tergabung dalam kloter 109, 110, 111, dan 112. “Insyaallah titik pemberangkatan tetap di halaman Pemkab Kediri. Meski saat ini ada perbaikan, kami berharap tidak ada kendala karena lokasi tersebut cukup strategis,” jelas Abdul Kholiq.

Terkait kondisi global, pihaknya menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan kesiapan seluruh jemaah agar dapat berangkat dengan lancar. “Kami mengikuti jadwal dari Kementerian. Mudah-mudahan semua berjalan lancar tanpa hambatan. Seluruh jemaah juga sudah sangat siap dan antusias untuk berangkat ke Tanah Suci,” pungkasnya.

Jadi, meski usia Marsiah sudah luar biasa tinggi, semangatnya tetap membara. Keberangkatan haji di Kediri menandai persiapan matang dan kesiapan jemaah, baik yang utama maupun cadangan, untuk menempuh perjalanan suci ke Makkah.

Marsiahjemaah haji tertuaKediri104 tahunpenjual jenangMakkahKeberangkatan hajiKementerian Haji dan Umrah

Komentar

Memuat komentar...