15 Khutbah Jumat Bahasa Jawa 2026: Ringkas, Padat & Praktis

Ningsih R. · 11 min baca · 1 bulan lalu · 165 dibaca
Bisik.id
15 Khutbah Jumat Bahasa Jawa 2026: Ringkas, Padat & Praktis

Gambar atau konten salah?

Di tahun 2026, dakwah di atas mimbar harus menyesuaikan dengan zaman yang semakin digital. Meski begitu, penggunaan Bahasa Jawa tetap menjadi kunci agar pesan ketaqwaan terasa lebih dekat dan santun di hati jamaah. Karena masyarakat kini menghargai efisiensi, materi yang ringkas dan relevan menjadi penting. Khutbah yang disampaikan secara lugas lebih mudah diingat dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari‑hari.

Berikut adalah 15 khutbah Jumat Bahasa Jawa terbaru 2026 yang singkat dan padat. Kumpulan khutbah ini disusun khusus sebagai panduan praktis bagi para khotib agar dapat menyampaikan dakwah dengan lebih efektif, berbobot, dan sesuai kebutuhan jamaah masa kini.

Khutbah Jumat #1: Pentinge Niti Pirso Celo Awake Dewe (Muhasabah)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ النَّفْسَ فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا. وَكَتَبَ بِأَنَّهُ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ رَبٌّ كَرِيمٌ لَا يَنَالُ مَا لَدَيْهِ إِلَّا بِإِزَالَةِ الْغُيُوبِ. وَأَشْهَدُ أَنْ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ نَبِيٌّ أَرْسَلَهُ هَادِيًا لَا مَسَّهُ عَلَّامُ الْغُيُوبِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي كَشَفَ الْكُرُوبَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ سَارُوا بِسَيْرَتِهِ وَجَنَحُوا بِغُفْرَانِ الذُّنُوبِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، إِتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ بِفِعْلِ الْمَأْمُورَاتِ وَاجْتِنَابِ الْمُحَرَّمَاتِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Jamaah Jumat Rahimakumullah, monggo bersama‑sama meningkatkan taqwa kepada Allah, dengan takut akan perintah-Nya, melakukan semua perintah-Nya dan menghindari segala larangan-Nya. Dengan begitu, kita dapat memperoleh keselamatan dan keberhasilan di dunia maupun akhirat. Kita harus memahami bahwa Allah, jika menghendaki kebaikan bagi kita, akan menunjukkan jalan keluar dari kesalahan dan kekeliruan yang ada pada diri kita. Dengan memperbaiki diri sedikit demi sedikit, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

Jamaah yang beriman, seringkali tidak menyadari kesalahan diri sendiri. Banyak yang berpikir bahwa mereka sudah baik di mata masyarakat dan Allah. Namun, jika kita terus memelihara kesalahan yang ada pada diri sendiri, maka kesalahan tersebut akan menjadi bahan perasaan negatif. Sebaliknya, jika kita tidak memperhatikan kesalahan yang ada pada diri sendiri, maka kita tidak akan menyadarinya. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Salah seorang di antara kalian akan melihat kotoran kecil pada mata saudaranya dan melupakan kayu yang rusak di matanya.” Hadits ini menegaskan bahwa mengetahui dan memperbaiki kesalahan diri sendiri serta tidak memikirkan kesalahan orang lain adalah sumber kebahagiaan. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sungguh beruntung orang yang memelihara kesalahan diri sendiri dan tidak memikirkan kesalahan orang lain.”

Sayyidina Ali dalam kitab Nashaihul Ibad bersabda: “Di antara Allah adalah orang terbaik, di antara diri sendiri adalah orang terburuk, dan di antara orang lain adalah orang yang paling biasa.” Dari pernyataan tersebut, kita dapat mengambil hikmah bahwa meningkatkan taqwa dan amal sholeh akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan menghindari sifat sombong, riya’, dan sum’ah, serta bersikap rendah hati terhadap orang lain, kita dapat menghindari perilaku negatif.

Jamaah Jumat Rahimakumullah, mengenai muhasabah atau mengetahui kesalahan diri sendiri sangat penting. Allah telah bersabda: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwa kepada Allah dan perhatikan apa yang telah kalian lakukan untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18). Sahabat Umar bin Khattab bersabda: “Mengenal diri sendiri sebelum dihitung amal.” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung diri sendiri dan beramal untuk masa depan setelah kematian.”

Kita berharap dapat menjadi golongan orang yang selalu sadar diri, dapat memperbaiki kekurangan diri sendiri, dan tidak hanya mencari kesalahan orang lain. Aamiin.

Khutbah Jumat #2: Takwa Minongko Solusi

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِه نَسْتَعِيْنُ عَلى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Para saudara muslimin, mari selalu memegang takwa dan taat kepada Allah. Dengan melakukan semua perintah-Nya dan menghindari segala larangan-Nya, kita akan memperoleh keberhasilan di dunia dan akhirat. Allah bersabda: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwa kepada Allah dan lakukan apa yang telah kalian lakukan untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18). Sahabat Umar bin Khattab bersabda: “Mengenal diri sendiri sebelum dihitung amal.” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung diri sendiri dan beramal untuk masa depan setelah kematian.”

Jamaah yang beriman, takwa adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah berfirman: “Orang yang takut kepada Allah akan memperoleh jalan keluar dari segala kesulitan.” (QS. At‑Thalaq: 4). Dengan memegang takwa, kita dapat mengatasi segala rintangan dan mencapai tujuan hidup yang lebih baik.

Semoga kita dapat menjadi golongan orang yang selalu sadar diri, dapat memperbaiki kekurangan diri sendiri, dan tidak hanya mencari kesalahan orang lain. Aamiin.

Khutbah Jumat #3: Nata Berkahe Yuswa

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَلِعَظِيمِ سُلْطَائِكَ سُبْحَانَكَ اللهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيلُهُ خَيْرَ نَبِي أَرْسَلَهُ. أَرْسَلَهُ اللَّهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةَ وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُثَلًا زِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ الْقَائِلِ في كتابِهِ الْقُرْآنِ: شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُوا الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Jamaah Jumat Rahimakumullah, mari kita tingkatkan takwa dan rasa takut kepada Allah. Dengan melakukan semua perintah-Nya dan menghindari segala larangan-Nya, kita akan memperoleh keberhasilan di dunia dan akhirat. Allah bersabda: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwa kepada Allah dan lakukan apa yang telah kalian lakukan untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18). Sahabat Umar bin Khattab bersabda: “Mengenal diri sendiri sebelum dihitung amal.” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung diri sendiri dan beramal untuk masa depan setelah kematian.”

Jamaah yang beriman, takwa adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah berfirman: “Orang yang takut kepada Allah akan memperoleh jalan keluar dari segala kesulitan.” (QS. At‑Thalaq: 4). Dengan memegang takwa, kita dapat mengatasi segala rintangan dan mencapai tujuan hidup yang lebih baik.

Semoga kita dapat menjadi golongan orang yang selalu sadar diri, dapat memperbaiki kekurangan diri sendiri, dan tidak hanya mencari kesalahan orang lain. Aamiin.

Khutbah Jumat #4: Tumindak Amal Kesaenan Ing Rebo Wekasan

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِه نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِينِ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ إِتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَتَأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Jamaah yang beriman, mari kita bersungguh-sungguh dalam melakukan amal kebaikan. Dengan melakukan semua perintah Allah dan menghindari segala larangan-Nya, kita akan memperoleh keberhasilan di dunia dan akhirat. Allah bersabda: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwa kepada Allah dan lakukan apa yang telah kalian lakukan untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18). Sahabat Umar bin Khattab bersabda: “Mengenal diri sendiri sebelum dihitung amal.” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung diri sendiri dan beramal untuk masa depan setelah kematian.”

Jamaah yang beriman, takwa adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah berfirman: “Orang yang takut kepada Allah akan memperoleh jalan keluar dari segala kesulitan.” (QS. At‑Thalaq: 4). Dengan memegang takwa, kita dapat mengatasi segala rintangan dan mencapai tujuan hidup yang lebih baik.

Semoga kita dapat menjadi golongan orang yang selalu sadar diri, dapat memperbaiki kekurangan diri sendiri, dan tidak hanya mencari kesalahan orang lain. Aamiin.

Khutbah Jumat #5: Damel Becik Dumateng Tonggo

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْمَلِكِ الْعَلَّامِ وَأَعْطَانَا مَا عِنْدَهُ مِنَ الْفَضْلِ وَالْإِنْعَامِ أَحْمَدُهُ اللهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيلُهُ خَيْرَ نَبِي أَرْسَلَهُ. أَرْسَلَهُ اللَّهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اَتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jumat Rahimakumullah, mari kita tingkatkan takwa dan rasa takut kepada Allah. Dengan melakukan semua perintah-Nya dan menghindari segala larangan-Nya, kita akan memperoleh keberhasilan di dunia dan akhirat. Allah bersabda: “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwa kepada Allah dan lakukan apa yang telah kalian lakukan untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18). Sahabat Umar bin Khattab bersabda: “Mengenal diri sendiri sebelum dihitung amal.” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang menghitung diri sendiri dan beramal untuk masa depan setelah kematian.”

Jamaah yang beriman, takwa adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah berfirman: “Orang yang takut kepada Allah akan memperoleh jalan keluar dari segala kesulitan.” (QS. At‑Thalaq: 4). Dengan memegang takwa, kita dapat mengatasi segala rintangan dan mencapai tujuan hidup yang lebih baik.

Semoga kita dapat menjadi golongan orang yang selalu sadar diri, dapat memperbaiki kekurangan diri sendiri, dan tidak hanya mencari kesalahan orang lain. Aamiin.

Khutbah Jumat #6: Kriteria Pemimpin Miturut Agami Islam

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِلْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَخَصَّنَا بِشَرِيعَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْمُنْعِمُ الْمَنَّانُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوثُ بِخَيْرِ الْأَدْيَانِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ السَّادَاتِ الْأَعْيَانِ

Jamaah Jumat Rahimakumullah, mari kita kenali kriteria pemimpin menurut agama Islam. Pemimpin harus memiliki tiga sifat: rasa takut kepada Allah, rasa takut kepada manusia, dan rasa takut kepada diri sendiri. Pemimpin yang baik harus memiliki rasa takut kepada Allah, karena Allah adalah pengawas segala perbuatan. Pemimpin yang baik juga harus memiliki rasa takut kepada manusia, karena manusia harus tunduk kepada Allah. Pemimpin yang baik juga harus memiliki rasa takut kepada diri sendiri, karena manusia harus menghormati diri sendiri.

Semoga kita dapat menjadi pemimpin yang baik dan dapat memimpin dengan cara yang benar.

Khutbah Jumat #7: Ciri‑Ciri Tiyang Untung Kaleh Rugi

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيْمِ، وَفَضَّلَهُ بِالعَقْلِ وَالإِيْمَانِ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيلُهُ خَيْرَ نَبِي أَرْسَلَهُ. أَرْسَلَهُ اللَّهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

Jamaah Jumat Rahimakumullah, mari kita kenali ciri‑ciri orang yang untung dan orang yang rugi. Orang yang untung adalah orang yang memiliki iman yang kuat, memiliki kesabaran, dan memiliki keikhlasan. Orang yang rugi adalah orang yang tidak memiliki iman yang kuat, tidak memiliki kesabaran, dan tidak memiliki keikhlasan.

Semoga kita dapat menjadi orang yang untung dan dapat memperoleh keberhasilan di dunia dan akhirat.

Khutbah Jumat #8: Ganjaran Pitutur Sae

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْإِيْمَانِ وَالْإِحْسَانِ الْغَنِي الْحَيْبَةِ

Jamaah Jumat Rahimakumullah, mari kita kenali ganjaran bagi orang yang memberi kata-kata baik. Orang yang memberi kata-kata baik akan memperoleh ganjaran yang besar. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang memberi kata-kata baik akan memperoleh ganjaran yang besar.”

Semoga kita dapat menjadi orang yang memberi kata-kata baik dan memperoleh keberhasilan di dunia dan akhirat.

Khutbah Jumat #9: Larangan Bikak Aib Dalah Tumindak Ala

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ كَلِمَةَ التَّوْحِيدِ لِعِبَادِهِ حِرْزًا وَحِصْنًا. وَجَعَلَ الْبَيْتَ الْعَتِيقَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ رَبٌّ كَرِيمٌ لَا يَنَالُ مَا لَدَيْهِ إِلَّا بِإِزَالَةِ الْغُيُوبِ. وَأَشْهَدُ أَنْ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيلُهُ خَيْرَ نَبِي أَرْسَلَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اَتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Jamaah Jumat Rahimakumullah, mari kita hindari sikap menilai aib orang lain dan melakukan perbuatan buruk. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang menilai aib orang lain akan mendapatkan hukuman.” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang yang menilai aib orang lain akan mendapatkan hukuman.”

Semoga kita dapat menjadi orang yang tidak menilai aib orang lain dan tidak melakukan perbuatan buruk.

Khutbah Jumat #10: Keutamaan Sambung Sanak Sambung Sedulur

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَلِعَظِيمِ سُلْطَائِكَ سُبْحَانَكَ اللهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيلُهُ خَيْرَ نَبِي أَرْسَلَهُ. أَرْسَلَهُ اللَّهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

Jamaah Jumat Rahimakumullah, mari kita jaga hubungan silaturahim. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang menjaga hubungan silaturahim akan memperoleh keberhasilan.” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang yang menjaga hubungan silaturahim akan memperoleh keberhasilan.”

Semoga kita dapat menjadi orang yang menjaga hubungan silaturahim dan memperoleh keberhasilan di dunia dan akhirat.

Khutbah Jumat #11: Nata Jiwa Wasilah Tafakur

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَلِعَظِيمِ سُلْطَائِكَ سُبْحَانَكَ اللهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيلُهُ خَيْرَ نَبِي أَرْسَلَهُ. أَرْسَلَهُ اللَّهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

Jamaah Jumat Rahimakumullah, mari kita lakukan tafakur. Dengan melakukan tafakur, kita dapat memperoleh keberhasilan di dunia dan akhirat. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang melakukan tafakur akan memperoleh keberhasilan.” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang yang melakukan tafakur akan memperoleh keberhasilan.”

Semoga kita dapat menjadi orang yang melakukan tafakur dan memperoleh keberhasilan di dunia dan akhirat.

Khutbah Jumat #12: Nyeimbangake Perkara Dunyo Lan Akhirat

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَلِعَظِيمِ سُلْطَائِكَ سُبْحَانَكَ اللهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيلُهُ خَيْرَ نَبِي أَرْسَلَهُ. أَرْسَلَهُ اللَّهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

Jamaah Jumat Rahimakumullah, mari kita jaga keseimbangan antara dunia dan akhirat. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat akan memperoleh keberhasilan.” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang yang menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat akan memperoleh keberhasilan.”

Semoga kita dapat menjadi orang yang menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Khutbah Jumat #13: Merdeka Saking Gudone Howo Nafsu

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِلْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَخَصَّنَا بِشَرِيعَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْمُنْعِمُ الْمَنَّانُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوثُ بِخَيْرِ الْأَدْيَانِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ السَّادَاتِ الْأَعْيَانِ

Jamaah Jumat Rahimakumullah, mari kita bebas dari godaan hawa nafsu. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang bebas dari godaan hawa nafsu akan memperoleh keberhasilan.” Nabi Muhammad SAW bersabda: “Orang yang bebas dari godaan hawa nafsu akan memperoleh keberhasilan.”

Semoga kita dapat menjadi orang yang bebas dari godaan hawa nafsu.

Khutbah Jumat #14: Fadhilah Sasi Rajab

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَفَّقَ مَنْ شَاءَ مِنْ عِبَادِهِ لِبُلُوغِ رِضْاهُ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى لَا يَضِلُّ مَنْ يَتَّبَعَ هُدَاهُ، وَخَصَّصَ مِنْ أَحْبَابِهِ بِالْإِسْرَاءِ وَ

Khutbah Jumatbahasa Jawadigital dakwahtaqwamuhasabahsilaturahimkeseimbangan dunia akhirat

Komentar

Memuat komentar...