160 Rumah di Madiun Keluhkan Air PDAM Sering Mati
Gambar atau konten salah?
Sebanyak 160 rumah tangga di Dusun Kedondong, Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, mengeluhkan pasokan air bersih yang terus bermasalah. Keluhan ini muncul karena jaringan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sering mati, hampir setiap hari.
Suyono (50), Ketua RW 4 Desa Pilangrejo, mengatakan sekitar 160 kepala keluarga pelanggan PDAM yang mengeluhkan kondisi ini. "Kurang lebih sekitar 160 rumah kepala keluarga pelanggan PDAM yang mengeluhkan kondisi jaringan air PDAM yang sering mati setiap hari," ujarnya pada Senin, 22 Juni 2026.
Menurut Suyono, air mati tepat saat warga sangat membutuhkannya, dari pagi hingga sore hari. Bahkan di malam hari, aliran yang tersisa sangat kecil, membuat warga harus berebut dan banyak yang tidak kebagian. "Setiap hari pagi sampai sore bahkan malam juga mati. Saat hidup air buat rebutan hanya netes saja akhirnya," jelasnya.
Warga sudah berkali-kali melaporkan masalah ini ke kantor PDAM Unit Kecamatan Wungu. Namun, gangguan air ini disebut sudah berlangsung sejak sekitar lima tahun terakhir. "Sudah sering komplain tapi tetap tidak ada kelanjutan dari PDAM. Bahkan sejak lima tahun lalu. Mohon PDAM cabang Madiun segera cari solusi," papar Suyono.
Dusun Kedondong berada di kaki Gunung Wilis, sehingga tidak memiliki sumber sumur tradisional. Sebelum ada jaringan PDAM, warga mengandalkan aliran air dari sungai yang kini sudah mengering. "Dulu sebelum PDAM masuk warga gunakan air sungai depan rumah yang mengalir dari gunung wilis. Namun saat ini sudah tidak ada air di sungai," tandas Suyono.
Wawan (45), warga RT 16, juga menyampaikan keluhan serupa. Ia mengatakan kondisi air yang tidak stabil sudah terjadi bertahun-tahun. "Kondisi seperti ini sudah lima tahun sejak kepala yang lama sudah berganti ganti. Ini kepalanya PDAM unit Wungu juga baru lagi. Ini saya ambil air dari persawahan juga keruh saya tampung dalam sumur lama," tandas Wawan.
Kepala Unit PDAM Kecamatan Wungu, Moh Fahmi Hakim, membenarkan adanya keluhan masyarakat. Pihaknya kini berkoordinasi dengan PDAM Cabang Kabupaten Madiun untuk mencari solusi. "Memang benar kita dapat aduan terkait matinya air jaringan warga Dusun Kedondong. Kita masih kordinasi dengan pimpinan PDAM Kabupaten Madiun untuk cari solusi," tandas Fahmi.
Pantauan di lokasi menunjukkan aliran sungai kecil di depan rumah warga yang dulu masih mengalir kini tampak mengering. Warga terpaksa mengambil air dari persawahan yang keruh dan menampungnya di sumur lama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
