18 Anak Kobra Ditemukan di Rumah Warga Demak

Dian P. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
18 Anak Kobra Ditemukan di Rumah Warga Demak

Gambar atau konten salah?

Belasan anak ular kobra ditemukan di dalam rumah seorang warga di Dukuh Karangturi, Desa Bogosari, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 11 Juli 2026. Tim pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Demak Pos Karangawen diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi ular-ular tersebut.

Saat proses evakuasi berlangsung, salah satu petugas sempat digigit oleh anak ular kobra. Kepala Bidang Linmas Damkar Satpol PP Kabupaten Demak, Endra Toga Perdana, mengatakan gigitan itu tidak berakibat fatal. Racun mematikan dari ular tersebut tidak sampai masuk ke dalam tubuh petugas.

"Petugas kan evakuasi ular banyak ya, ada yang kecatok itu, ya cuman enggak fatal. Kayak nucup gitu loh, digigit tapi bisanya enggak masuk," kata Toga.

Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 13.30 hingga 15.30 WIB. Damkar mengerahkan tiga orang personel untuk menangani kasus ini. Mereka punya cara khusus untuk mengeluarkan ular-ular dari sarangnya.

Rumah warga tersebut tidak langsung menempel ke tanah. Lantainya terbuat dari papan kayu dan terdapat lubang kecil yang mengarah ke bawah. Petugas awalnya menganalisis bahwa lubang itu bukan tempat tinggal yuyu atau kepiting air tawar. Mereka memastikan itu adalah sarang ular.

"Teman-teman tuh langsung menumpahkan bensin di dalam lubang itu, terus ular-ulare tuh keluar semua sing kecil. Jenisnya kobra, tadi ada sampai 18 ekor," imbuh Toga.

Meskipun anak-anak ular sudah berhasil keluar, induk ular kobra belum terlihat sama sekali. Toga mengatakan petugas tidak bisa langsung membongkar lantai rumah untuk mencari induknya. Mereka harus berhati-hati karena akses ke bawah rumah cukup sulit. Menuangkan bensin adalah langkah awal untuk memancing ular keluar.

"Cuman indukannya belum keluar. Kita enggak bisa langsung, kan harus bongkar soale nek sampai bawah, makanya kan dituangin bensin dulu. Indukannya belum ditemukan," tambahnya.

Belasan anak ular hasil evakuasi kini diamankan di Pos Damkar Karangawen. Toga mengatakan petugas akan menunggu laporan dari warga jika ada yang melihat induk ular. Saat ini, Damkar belum memiliki tempat penangkaran khusus untuk ular yang ditangkap.

"Ularnya sekarang ada di Pos Karangawen. Memang kita untuk evakuasi ular, kan ular yang ditangkap itu belum ada tempat penangkaran," kata Toga.

"Kalau untuk yang itu (indukan) ya tetep nunggu aduan dari pemilik, nanti kalau melihat indukan baru nanti kita eksekusi lagi," sambungnya.

Pelapor, Lia Lutfiana (31), mengatakan ia menelepon Damkar setelah adiknya melihat sisik ular dan seekor ular di dalam rumah. Lia awalnya berharap petugas menemukan induk ular. Namun ia justru terkejut saat banyak anak ular yang ditemukan.

"Saya posisi tidak di rumah, (tetapi rumah) masih (ditempati). Tadinya (adik) nemu anakan ular satu sama sisik ular, lalu saya panggil damkar barangkali ketemu induknya, ternyata banyak anaknya. (Indukannya) belum (ditemukan)," kata Lia.

Kejadian ini menunjukkan bahwa ular kobra bisa bersarang di area pemukiman, terutama di rumah dengan lantai papan yang memiliki celah ke bawah tanah. Meskipun anak ular sudah dievakuasi, induk ular yang belum ditemukan masih menjadi kekhawatiran warga. Petugas Damkar pun masih menunggu laporan lanjutan untuk menangani induk ular tersebut.

ular kobraevakuasiDamkarDemaksarang ulardigigitanak ular

Komentar

Memuat komentar...