Hanya Dua Siswa Baru, Guru Patungan Demi Sekolah Tetap Buka

Dewi M. · 4 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Hanya Dua Siswa Baru, Guru Patungan Demi Sekolah Tetap Buka

Gambar atau konten salah?

Suasana apel pagi di SDN 2 Plandaan, Tulungagung, pada hari pertama masuk sekolah berlangsung khidmat. Tiba-tiba, perhatian para guru teralihkan ke pintu gerbang belakang. Seorang anak laki-laki datang terlambat, diantar oleh kakek dan neneknya. Ia tidak memakai seragam.

Anak itu bernama Candra Mohammad Saputra. Ia adalah satu dari dua siswa baru yang diterima SDN 2 Plandaan tahun ajaran ini. Candra datang hanya dengan kaus oblong, celana pendek, dan sandal jepit. Sebuah tas ransel tersampir di punggungnya.

"Ngapunten terlambat, wonten tamu niki wau (maaf terlambat, tadi masih ada tamu)," kata nenek Candra sambil masuk ke lingkungan sekolah pada Senin, 13 Juli 2026.

Para guru tidak menunggu lama. Mereka langsung menyambut Candra dengan hangat. Bocah itu kemudian dibawa ke ruang guru untuk menerima seragam sekolah gratis. Senyum Candra langsung merekah begitu seragam baru dikenakannya.

Momen sederhana ini mencerminkan kondisi nyata sekolah negeri di Tulungagung. SDN 2 Plandaan mengalami kekurangan murid baru. Namun, para guru tidak tinggal diam. Mereka sudah berjuang keras untuk mendapatkan siswa baru.

"Alhamdulillah tahun ini kami dapat dua siswa," kata Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Komariyah.

Upaya mencari murid baru sudah dilakukan sejak empat bulan sebelum pendaftaran. Para guru dan kepala sekolah bergerilya ke sejumlah TK di sekitar sekolah. Mereka mendatangi kepala sekolah TK dan guru-guru TK. Mereka mencari tahu TK mana yang lokasinya dekat dengan SD mereka.

"Akhirnya kami datangi ke rumah satu-satu," ujar Siti.

Pihak sekolah juga menyisir rumah-rumah di sekitar lingkungan sekolah. Dalam proses itu, mereka menemukan fakta mengejutkan dari warga. Banyak yang mengira sekolah mereka sudah tutup lama. Padahal, sekolah masih beroperasi hingga sekarang.

"Ada beberapa warga yang bilang kalau sekolah kami ini sudah tutup lama. Padahal sampai saat ini masih beroperasi," jelasnya.

Untuk menarik minat siswa, sekolah menyiapkan berbagai fasilitas. Mulai dari seragam gratis, alat tulis, hingga sepatu. Bahkan, siswa dari keluarga tidak mampu akan dibiayai hingga lulus.

"Kami yang ASN sepakat patungan Rp 200 ribu/bulan untuk siswa baru. Ini demi keberlangsungan sekolah kami," jelasnya.

Dari upaya pencarian itu, sekolah sempat mendapatkan tiga calon siswa baru. Namun, di detik-detik terakhir, hanya dua yang benar-benar mendaftar. "Kurang satu hari kami ke datangi lagi, yang positif sini alhamdulillah dua," jelasnya.

Menurut Siti, persaingan antarsekolah dan persepsi masyarakat menjadi tantangan tersendiri. Para guru harus bekerja ekstra untuk meyakinkan orang tua agar menyekolahkan anaknya di SDN 2 Plandaan.

Proses Pembelajaran Tetap Berjalan

Meskipun hanya mendapatkan dua siswa baru, proses pembelajaran di SDN 2 Plandaan tetap berjalan seperti sekolah lain. Pada hari pertama, seluruh siswa mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Untuk MPLS-nya ini kelas satu sampai kelas enam dijadikan satu. Untuk kelas satu dua tiga nanti pulangnya jam 10.00 WIB. Untuk kelas empat lima enam pulangnya jam 11.00 WIB," kata Siti.

Saat ini, total siswa SDN 2 Plandaan berjumlah 16 anak. Rinciannya: 2 siswa kelas 1, 2 siswa kelas 3, 4 siswa kelas 4, 3 siswa kelas 5, dan 3 siswa kelas 6. Aktivitas pembelajaran tetap sama seperti sekolah lain. Semua mengikuti program dan rencana pembelajaran sesuai kurikulum.

"Aktivitas pembelajaran, semuanya sama sesuai dengan program dan rencana pembelajaran sesuai dengan aturan dari kurikulum semuanya," kata Siti.

Upaya mencari murid baru sudah dimulai sejak empat bulan sebelum pendaftaran. Para guru bergerilya ke sejumlah TK di sekitar sekolah. Mereka mendatangi kepala sekolah dan guru-guru TK. Tujuannya, mencari tahu siswa mana yang tinggal dekat dengan SD mereka.

"Akhirnya kami datangi ke rumah satu-satu," ujarnya.

Tidak hanya itu, pihak sekolah juga menyisir rumah-rumah di sekitar lingkungan sekolah. Dalam proses itu, mereka menemukan fakta dari warga. Banyak yang mengira SDN 2 Plandaan sudah tidak beroperasi lagi.

Untuk menarik siswa, sekolah menyiapkan berbagai fasilitas. Seragam gratis, alat tulis, dan sepatu disediakan. Bahkan, siswa dari keluarga tidak mampu akan dibiayai hingga lulus. Para guru ASN sepakat patungan Rp 200 ribu per bulan untuk siswa baru.

"Ini demi keberlangsungan sekolah kami," jelasnya.

Dari upaya pencarian itu, sekolah sempat mendapatkan tiga calon siswa baru. Namun, di hari-hari terakhir pendaftaran, hanya dua yang benar-benar masuk. "Kurang satu hari kami ke datangi lagi, yang positif sini alhamdulillah dua," jelasnya.

Persaingan antarsekolah dan persepsi masyarakat menjadi tantangan tersendiri. Banyak warga yang tidak tahu bahwa SDN 2 Plandaan masih beroperasi. Para guru harus bekerja ekstra untuk mengubah anggapan itu.

Pada hari pertama sekolah, seluruh siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas satu hingga kelas enam. Semua digabung menjadi satu. Untuk kelas satu, dua, dan tiga, jam pulang pukul 10.00 WIB. Sementara kelas empat, lima, dan enam pulang pukul 11.00 WIB.

Saat ini, total siswa SDN 2 Plandaan hanya 16 anak. Jumlah itu terdiri dari 2 siswa kelas 1, 2 siswa kelas 3, 4 siswa kelas 4, 3 siswa kelas 5, dan 3 siswa kelas 6. Meskipun jumlahnya sedikit, aktivitas pembelajaran tetap sama dengan sekolah lain. Semua mengikuti aturan kurikulum yang berlaku.

"Aktivitas pembelajaran, semuanya sama sesuai dengan program dan rencana pembelajaran sesuai dengan aturan dari kurikulum semuanya," kata Siti.

Kondisi ini menggambarkan tantangan yang dihadapi sekolah negeri di daerah. Persaingan dengan sekolah lain dan persepsi masyarakat menjadi hambatan utama. Banyak orang tua yang tidak tahu bahwa sekolah tersebut masih beroperasi. Para guru harus bekerja ekstra untuk mengubah anggapan itu. Mereka bahkan rela patungan demi memastikan sekolah tetap memiliki murid.

SDN 2 Plandaankekurangan muridsiswa baruseragam gratisMPLSbergurusekolah negeriTulungagung

Komentar

Memuat komentar...