21 Mei: Hari Teh Sedunia, Teh Legendaris Jawa Timur Hidup

Ratna D. · 4 min baca · 2 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
21 Mei: Hari Teh Sedunia, Teh Legendaris Jawa Timur Hidup

Gambar atau konten salah?

Di tengah kebisingan minuman kekinian, teh‑teh legendaris asal Jawa Timur masih bertahan. Mereka bukan sekadar pelipur dahaga, melainkan saksi sejarah, aroma khas, dan kenangan yang melekat pada banyak orang.

Sejarah teh bermula di Tiongkok, sekitar 2737 SM, ketika Kaisar Shen Nung menemukan daun Camellia sinensis yang jatuh ke dalam air rebus. Sejak itu, teh menjadi bagian penting budaya Tiongkok. Pada Dinasti Tang (618‑905 M), teh sudah dianggap minuman nasional dan dicatat dalam buku klasik “Ch'a Ching” karya Lu Yu.

Perjalanan teh melintasi samudra. Melalui biksu Buddha, teh menyebar ke Jepang, di mana ia berkembang menjadi tradisi upacara minum teh yang menekankan seni, ketenangan, dan spiritualitas. Pada akhir abad ke‑16, pedagang Portugis membawa teh ke Eropa. Belanda menjadi negara pertama yang mengimpor teh secara komersial pada 1606. Saat itu, teh masih eksklusif bagi bangsawan.

Di Inggris, minuman ini mulai populer pada 1658, setelah Raja Charles II menikahi Catherine dari Braganza, yang gemar minum teh. Popularitasnya bertambah ketika East India Company mengimpor teh dalam jumlah besar. Pada abad ke‑18, meski pajak tinggi menimbulkan penyelundupan, penurunan tarif pada 1784 membuat teh lebih mudah diakses. Inggris kemudian membudidayakan teh di India, khususnya Assam, setelah mengakhiri monopoli perdagangan dengan Tiongkok pada 1834. Pada 1888, impor teh India melampaui teh asal Tiongkok.

Abad ke‑20 menandai semakin melekatnya teh dalam kehidupan Inggris, termasuk saat Perang Dunia I ketika pemerintah mengatur impor untuk menjaga pasokan. Pada 1970‑an, teh celup mulai populer. Kini, teh tidak hanya minuman, tapi juga bagian penting budaya dan industri global yang menopang kehidupan jutaan orang.

Jawa Timur, selain dikenal kuliner pedas dan budaya ngopi, memiliki sederet teh khas yang masih bertahan. Teh‑teh ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat sejak puluhan tahun lalu, dan identik dengan aroma serta rasa yang khas. Meskipun tidak ada klasifikasi resmi pemerintah, teh ini melekat di budaya minum teh masyarakat setempat dan mudah ditemukan di warung, kafe, dan toko oleh‑oleh.

Teh Naga adalah teh legendaris Malang. Teh ini terkenal karena aroma vanila yang harum dan rasa kuat. Dulu, kemasan kertas berbentuk balok bergambar naga kuning menjadi ciri khasnya. Saat ini, kemasan modern dan teh celup juga tersedia. Teh Naga sering ditemui di warung‑warung makan dan kuliner legendaris, sehingga tetap menjadi bagian kebiasaan sehari‑hari warga Malang.

Teh Rolas berasal dari perkebunan milik PTPN I Regional 5 (sebelumnya PTPN XII). Produk ini dihasilkan dari perkebunan teh dataran tinggi di Jawa Timur, termasuk Wonosari Malang, yang sudah dikenal sejak masa kolonial. Varian paling populer adalah teh hitam premium dengan aroma dan rasa pekat. Selain teh hitam, Teh Rolas juga memiliki varian teh melati dan teh celup, yang mudah ditemukan di berbagai daerah. Kini, Teh Rolas sering disajikan di kafe dan tempat nongkrong modern yang menonjolkan minuman lokal.

Teh Villa adalah teh hitam khas Surabaya sejak 1981. Berdasarkan laman resminya, Teh Villa bermula sebagai bisnis keluarga di kawasan Rungkut Industri Surabaya. Teh ini dikenal dengan aroma vanila kuat dan rasa teh hitam khas. Awalnya dijual dalam kemasan kotak tradisional berbahan kertas, namun kini hadir dalam bentuk teh celup dan kemasan premium. Teh Villa masih mudah ditemukan di warung makan, rumah tangga, dan toko oleh‑oleh khas Jawa Timur.

Hari Teh Sedunia diperingati setiap 21 Mei, di mana FAO (Food and Agriculture Organization) memimpin peringatan global. Tradisi minum teh sudah ada lebih dari 5 000 tahun lalu, dan masih menjadi bagian penting kehidupan masyarakat dunia. Industri teh menjadi sumber mata pencarian bagi jutaan orang, mulai dari petani kecil, pekerja perkebunan, hingga pelaku usaha rantai produksi dan perdagangan. PBB menetapkan 21 Mei sebagai Hari Teh Internasional, menyoroti kontribusi teh terhadap pembangunan pedesaan, pengurangan kemiskinan, dan ketahanan pangan di negara berkembang. FAO menekankan keberlanjutan rantai industri teh “dari ladang hingga cangkir” agar manfaat ekonomi, budaya, dan lingkungan tetap terjaga.

Berikut beberapa fakta menarik tentang teh:

1. Teh merupakan salah satu minuman tertua di dunia. Teh sudah dikonsumsi ribuan tahun lalu dan masih populer hingga sekarang. Bahkan, teh adalah minuman paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air putih.

2. Teh memiliki nilai budaya dan sosial yang kuat. Selain minuman, teh menjadi simbol keramahan, tradisi, dan hubungan sosial.

3. Ada banyak jenis teh. Teh hadir dalam berbagai varietas tergantung teknik oksidasi dan fermentasi.

4. Teh menjadi sumber penghasilan jutaan orang. Budidaya teh menyediakan lapangan kerja dan pendapatan bagi petani kecil.

5. Teh adalah komoditas perdagangan global. Meskipun sebagian besar dikonsumsi di negara asal, teh tetap diperdagangkan luas di pasar internasional.

6. Konsumsi teh terus meningkat dan potensi pasarnya masih besar. Meskipun konsumsi per kapita masih rendah di negara penghasil utama, masih ada potensi pertumbuhan yang cukup besar.

7. Ada kawasan teh yang diakui sebagai warisan dunia. Enam lokasi budidaya teh telah ditetapkan oleh FAO sebagai Globally Important Agricultural Heritage Systems (GIAHS). Empat di antaranya terletak di Tiongkok, satu di Jepang, dan satu di Republik Korea.

Teh‑teh legendaris Jawa Timur, seperti Teh Naga, Teh Rolas, dan Teh Villa, tetap menjadi bagian penting budaya minum teh di masyarakat. Momen Hari Teh Sedunia menjadi pengingat bahwa budaya minum teh di Indonesia, khususnya Jawa Timur, masih hidup dan terus berkembang. Teh tidak hanya sekadar minuman, melainkan juga warisan budaya yang mengekspresikan sejarah, kebiasaan, dan identitas daerah. Dengan demikian, teh tetap menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, menghubungkan generasi melalui rasa dan aroma yang tak lekang oleh waktu.

Teh Jawa TimurTeh NagaTeh RolasTeh VillaHari Teh SeduniaFAOindustri teh

Komentar

Memuat komentar...