210 Kasus Keracunan Makanan Berisi MBG di Surabaya
Gambar atau konten salah?
Surabaya, 11 Mei 2026 – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, mengungkapkan rincian jumlah kasus keracunan makanan berisi MBG (menu makan bergizi gratis) yang terjadi pada hari Senin.
Ia menyampaikan data tersebut dalam rapat dengar atau hearing bersama DPRD Surabaya dan Menteri HAM Natalius Pigai.
“Total kasus terdampak sebanyak 210 orang,” kata dr Billy di ruang rapat paripurna DPRD Surabaya, Rabu (13/5/2026).
Berikut rincian jumlah pasien di berbagai fasilitas kesehatan:
Rumah Sakit IBI – Rawat Jalan: 128 pasien – Rawat Inap: 7 pasien – Total: 135 – Siswa: 127 – Guru: 7 – Wali Murid: 1 orang.
Puskesmas- PKM Asemrowo: 8 pasien (7 pasien rawat jalan dan 1 pasien dirujuk ke RS IBI) – PKM Gundih: 4 pasien rawat jalan – PKM Tembok Dukuh: 62 asien awat jalan – Rawat Jalan: 73 – Rawat Inap: 0 – Rujuk: 1 pasien.
Faskes Kimia Farma dr. Sri Hawati: 1 pasien rawat jalan – RS William Booth: 1 pasien ranap.
Gejala yang dilaporkan: Gejala ringan: 202 – Gejala sedang: 8 pasien.
Sebelumnya, ratusan siswa dari belasan sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, mengalami keracunan setelah menyantap MBG. Pusing, mual, dan gejala lain dilaporkan, sehingga siswa dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit.
Informasi yang dihimpun, sejumlah siswa dilarikan Puskesmas Tembok Dukuh. Namun, sebagian besar dievakuasi ke RS Ibu dan Anak IBI Jalan Dupak, Surabaya.
Kasus keracunan ini menyoroti pentingnya pengawasan keamanan makanan di lingkungan sekolah, serta peran cepat tenaga medis dan lembaga pemerintah dalam menanggapi kejadian kesehatan publik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
