2% Siswa SMP Curug Tidak Ikut TKA: Alasan Kesiapan
Gambar atau konten salah?
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengungkapkan bahwa 2% siswa SMP/sederajat tidak mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada hari pertama pelaksanaan di SMPN 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Ia meninjau langsung kegiatan tersebut pada Senin, 06 April 2026.
Menurut Toni, “Kita belum deteksi tapi yang 2% kan sesuai regulasi kita ini opsional. Jadi itu bagian dari opsional yang tidak memilih TKA,” ia katakan. Ia menegaskan bahwa TKA tidak boleh dianggap wajib. “Ya enggak harus, kan tidak wajib,” tegasnya.
Alasan di balik ketidakhadiran 2% peserta, menurut Toni, berakar pada ketidaksiapan. Ia menyebut kesiapan psikologis sebagai salah satu faktor. “Jadi ada beberapa begini di lapangan kami temukan, ada yang memang dia tidak siap ya. Tidak siapnya bisa karena faktor-faktor yang bersifat psikologis, itu memang ada yang tidak siap,” tutur Toni.
Keputusan orang tua juga turut memengaruhi. Beberapa orang tua menilai TKA bukan prioritas utama dibandingkan hal lain yang dianggap lebih penting bagi anak mereka. “Yang kedua, ada sebagian orang tua yang berpendapat tidak perlu TKA karena menurut dia yang lain lebih penting, kira-kira begitu. Tapi semua adalah pilihan ya, semuanya adalah pilihan dan karena itu kami tetap berprinsip bahwa TKA ini adalah pilihan, tidak wajib,” tegasnya.
Selain itu, Toni menyebutkan bahwa sebagian kecil siswa tidak ikut karena adanya hambatan intelektual. “Dan 2% itu mungkin bagian dari hambatan intelektual siswa, bisa juga ada yang begitu,” ujar lulusan University of Groningen tersebut.
Meski demikian, Kemendikdasmen menekankan bahwa peserta yang mengikuti TKA adalah mereka yang benar-benar siap. Di sisi lain, beberapa sekolah mencatatkan partisipasi hingga 100%. Toni menyoroti pentingnya data yang dihasilkan. “Nah, tekanannya Bapak‑Ibu sekalian, ini kita sedang menciptakan sejarah baru di Kemendikdasmen karena tadi Pak Menteri menyampaikan five in one. Dalam satu aktivitas kita menghasilkan lima data yang sangat penting untuk perbaikan mutu. Saya kira ini adalah sejarah untuk asesmen yang terintegrasi yang baru dilakukan oleh kementerian,” kata Toni.
Dengan data TKA, pemerintah berharap dapat menilai kemampuan akademik siswa secara lebih komprehensif. Meskipun masih opsional, partisipasi tinggi diharapkan dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
