30 Ribu Wisatawan Malaysia Masuk Thailand Selatan, 600 M Baht

Rudi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
30 Ribu Wisatawan Malaysia Masuk Thailand Selatan, 600 M Baht

Gambar atau konten salah?

Bangkok, 28 Mei 2026 – Sekitar 30 ribu wisatawan Malaysia diperkirakan akan masuk ke Thailand selama libur panjang Idul Adha dan hari libur lainnya. Total belanja diperkirakan mencapai 600 juta baht atau sekitar Rp 268 miliar.

Aida Oujeh, Presiden Thailand-Southeast Asia Halal Trade and Tourism Association, mengatakan rata-rata wisatawan Malaysia diperkirakan menghabiskan sekitar 20 ribu baht (Rp 10 juta) per orang selama berada di Thailand selatan.

“Sebagian besar wisatawan diperkirakan tetap menuju lima provinsi selatan Thailand yakni Songkhla, Pattani, Yala, Narathiwat, dan Satun,” kata Aida.

Selain Malaysia, wisatawan Indonesia juga diperkirakan ramai datang ke wilayah selatan Thailand pada periode yang sama. Tingkat hunian hotel di destinasi utama, terutama Hat Yai, kini hampir mencapai 90%. Sekitar 20 ribu kamar hotel telah disiapkan untuk menyambut lonjakan wisatawan.

“Kebanyakan wisatawan Malaysia menuju Hat Yai yang masih menjadi kota paling populer di Thailand selatan,” ujarnya.

Arus wisata masuk lewat perbatasan Bukit Kayu Hitam, Padang Besar, hingga pos Kota Putra di Kedah yang terhubung dengan Ban Prakob di Songkhla. Untuk menarik pengunjung, otoritas Thailand menyiapkan festival kuliner, tur promosi destinasi, dan Hat Yai Jazz Music Festival.

Hat Yai dan Danok di Songkhla tetap menjadi destinasi favorit bagi Malaysia. Satun banyak dipilih untuk wisata pulau dan belanja. Di sisi lain, antrean kendaraan menuju Thailand di kompleks Immigration, Customs, Quarantine and Security (ICQS) Rantau Panjang sempat mencapai satu kilometer.

Arus wisata ini menunjukkan pentingnya sektor pariwisata bagi ekonomi Thailand, terutama di wilayah selatan.

Jumlah wisatawan ini juga memberi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan layanan dan produk.

Wisatawan MalaysiaThailand SelatanHat YaiSongkhlaFestival KulinerPariwisataEkonomi

Komentar

Memuat komentar...