36.888 Penumpang Gubeng, Pasarturi, Malang di Surabaya
Gambar atau konten salah?
Di hari Idul Adha, 36.888 penumpang mengisi stasiun wilayah Daop 8 Surabaya. Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, dan Malang menjadi tiga yang paling sibuk.
Mahendro Trang Bawono, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, mengungkapkan data pada Sabtu, 30 Mei 2026. Ia mengatakan, “Jumlah tersebut dari 19.174 pelanggan berangkat dan 17.714 pelanggan turun,” ujar Mahendro, Sabtu (30/5/2026). “Hal itu seiring berlangsungnya jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api,” katanya.
Menurut perkiraan, jumlah penumpang masih akan bertambah hingga malam hari. Data kumulatif periode 26‑30 Mei 2026 menunjukkan KAI Daop 8 Surabaya melayani 189.773 penumpang, terdiri dari 98.121 penumpang berangkat dan 91.652 penumpang tiba.
Volume penumpang tertinggi hari ini di wilayah Daop 8 Surabaya adalah:
- Surabaya Gubeng – 10.392 penumpang
- Surabaya Pasarturi – 10.734 penumpang
- Malang – 6.218 penumpang
Angka-angka ini menandai fluktuasi lalu lintas penumpang di wilayah tersebut selama libur panjang Idul Adha, menandakan pentingnya koordinasi jadwal kereta untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
