393 Jemaah Kloter 1 Berangkat ke Madinah, Pesawat 01.05 WIB
Gambar atau konten salah?
393 jemaah haji Aceh dari Kloter 1 akan diberangkatkan menuju Madinah, Arab Saudi. Pesawat yang membawa Tamu Allah akan lepas landas dini hari nanti, pada pukul 01.05 WIB.
Para jemaah masuk ke Aula Jeddah di Asrama Haji Kelas I Aceh pada pukul 20.00 WIB Selasa, 5 Mei 2026. Mereka melewati pintu x‑ray dan pemeriksaan barang sebelum berkumpul di dalam aula. Setelah semua hadir, jemaah diminta naik ke bus secara berurutan sesuai nomor urut.
Petugas imigrasi menyiapkan semua dokumen dan menandatangani surat izin sebelum jemaah meninggalkan asrama haji. Selanjutnya, mereka diberangkatkan menuju Bandara Sultan Iskandar Muda di Blang Bintang, Aceh Besar, sekitar pukul 22.15 WIB.
“Insyaallah seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan pesawat akan takeoff pukul 01.05 dinihari nanti,” kata Plt Kakanwil Kemenhaj Aceh Arijal kepada wartawan.
Kloter pertama terdiri dari 287 orang asal Banda Aceh, 100 orang asal Aceh Besar, 4 petugas PPIH Kloter dan 2 petugas PHD. Para Tamu Allah masuk asrama haji pagi tadi, sekitar pukul 07.00 WIB.
Selama berada di asrama, jemaah mengikuti sejumlah kegiatan: pemeriksaan kesehatan, pembagian paspor, hingga kartu nusuk. Pelepasan jemaah dilakukan oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) sore tadi.
Arijal meminta jemaah untuk menjaga kesehatan serta tetap tenang dan tidak perlu gelisah. Cuaca di Arab Saudi saat ini disebut lebih panas dibandingkan di Indonesia.
“Jemaah haji kloter pertama masuk dalam gelombang pertama pemberangkatan sehingga mereka mendarat di Madinah. Sedangkan jemaah kloter 2 hingga 14 masuk dalam gelombang kedua dan bakal mendarat di Jeddah,” ujar Arizal.
Skema pemberangkatan jemaah haji Aceh tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Para Tamu Allah naik ke pesawat tidak lagi melalui tangga tetapi lewat garbarata gedung VIP bandara. Jemaah akan melewati garbarata VIP yang biasanya digunakan untuk pejabat khusus. Pemerintah daerah sudah mengizinkan kita memakai gedung VIP,” ujar Arijal.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Dek Fadh menjelaskan, Pemerintah Aceh akan memprioritaskan penggunaan gedung VIP selama haji untuk pemberangkatan para Tamu Allah. Gedung itu biasanya dipakai untuk menyambut tamu negara. “Ini salah satu tanda komitmen pemerintah untuk memprioritaskan jamaah‑jamaah haji yang berangkat ke tanah suci. Garbarata yang dipakai pejabat semuanya kita berikan kepada jemaah kita,” jelas Dek Fadh.
Penggunaan garbarata VIP menunjukkan dukungan kuat pemerintah daerah terhadap pelaksanaan ibadah haji. Dengan fasilitas ini, jemaah dapat melewati proses boarding secara lebih lancar dan terhormat, menegaskan komitmen pemerintah dalam memfasilitasi perjalanan suci.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini