4 Rusa Muncul Jalan Depok, Pengendara Motor Usir Malam
Gambar atau konten salah?
Video yang diambil dari sudut pandang pengendara motor menunjukkan sekelompok 4 rusa tiba-tiba muncul di jalan permukiman di Depok, Jawa Barat. Kejadian ini membuat warga terkejut dan video tersebut menjadi viral di media sosial pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Dalam rekaman, motor melaju di jalanan, dan ketika mendekati satu dari 4 rusa, hewan itu berjalan menghampiri kendaraan. Pengendara, yang tidak terlihat wajahnya, memanggil hewan tersebut dengan suara: "Mau ke mana? Ayo pulang, pulang,".
Di sisi lain, dua orang yang bersamanya terlihat berboncengan. Mereka saling berbicara sambil mengamati rusa: "Lakinya satu. Eh lakinya dua?" "Suami istri sama anaknya nih,".
Para penonton berhipotesis bahwa rusa-rusa itu berasal dari kawasan Kabeda, Beji, Depok, daerah yang dikenal memiliki area pemancingan dan taman. Salah satu dari mereka mengolok-olok dengan: "Emang bukan orang Kabeda dia? Ini warga Kabeda bukan nih?".
Pengendara kemudian mematikan lampu motor sambil mencoba menggiring kawanan rusa kembali ke habitat aslinya. Namun, hewan-hewan itu tampak kebingungan dan tidak segera mengikuti.
Seorang pengemudi ojek online, yang lewat dari arah berlawanan, berhenti untuk memperhatikan situasi. Motor pengendara tetap menuntun kendaraan sambil terus mengarahkan rusa menjauh dari permukiman: "Ayo balik, terus, terus, terus,".
Menurut narasi video, kejadian ini terjadi di area permukiman sekitar Kabeda, yang berada di perbatasan Srengseng Sawah dengan Depok, pada Selasa, 12 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.
Oleh karena itu, Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Tessy Haryati menyatakan bahwa pihaknya akan meneruskan informasi tersebut kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Ia menambahkan: "Nanti kami teruskan ke BKSDA karena kewenangan mereka hewan dilindungi,".
Video ini menunjukkan bagaimana interaksi manusia dengan satwa liar di daerah perkotaan dapat menimbulkan situasi tak terduga. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pihak berwenang dan lembaga konservasi dalam menangani hewan yang terlibat dalam peristiwa di wilayah urban.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
