Penumpang KAI Daop 9 Jember Tembus 3,5 Juta di Semester I 2026
Gambar atau konten salah?
Banyuwangi – Kereta api tetap menjadi pilihan utama warga di kawasan Tapal Kuda untuk bepergian. Sepanjang paruh pertama tahun 2026, PT KAI Daop 9 Jember melayani sebanyak 3.511.004 penumpang. Kabupaten Banyuwangi menyumbang jumlah penumpang terbanyak.
Angka itu naik 6,18 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025, yang saat itu mencapai 3.306.801 penumpang. Pertumbuhan ini menunjukkan tren positif penggunaan kereta api di wilayah tersebut.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa kenaikan jumlah penumpang mencerminkan kepercayaan publik yang semakin besar terhadap moda transportasi ini. “Capaian positif ini merupakan hasil dari berbagai upaya peningkatan layanan yang terus dilakukan KAI. Selain hadirnya perjalanan baru melalui peluncuran KA Sangkuriang dan KA Pandalungan 2 pada tahun 2026, pertumbuhan pelanggan juga didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat serta berkembangnya sektor pariwisata dan ekonomi,” kata Cahyo pada Rabu, 08 Juli 2026.
Peningkatan jumlah penumpang terjadi hampir di semua wilayah operasional Daop 9 Jember. Daop ini mencakup beberapa kabupaten di Jawa Timur bagian timur. Kabupaten Banyuwangi menjadi penyumbang penumpang terbesar, dengan total 1.709.114 orang. Jumlah ini naik 8,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Stasiun Banyuwangi Kota juga termasuk stasiun tersibuk, melayani 505.851 penumpang.
Di posisi kedua, Kabupaten Jember mencatat 1.440.164 penumpang, naik 4,20 persen. Stasiun Jember tetap menjadi stasiun dengan volume penumpang tertinggi di Daop 9 Jember, yaitu mencapai 1.128.029 orang.
Selanjutnya, Kabupaten Probolinggo melayani 189.636 penumpang, meningkat 4,74 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Lumajang mencatat 86.633 penumpang, dengan jumlah yang relatif stabil.
Kabupaten Pasuruan menjadi daerah dengan pertumbuhan penumpang paling tinggi. Selama semester I 2026, wilayah ini melayani 85.172 penumpang. Angka itu tumbuh hingga 19,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Cahyo menyebut beberapa faktor yang mendorong minat masyarakat menggunakan kereta api. Faktor-faktor itu antara lain bebas dari kemacetan, ketepatan waktu, tingkat keselamatan yang tinggi, dan pilihan kelas layanan yang beragam. Kemudahan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI juga ikut mendukung pertumbuhan tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanannya kepada kami. Capaian ini menjadi komitmen bagi KAI Daop 9 Jember untuk terus berinovasi menjaga aspek keselamatan dan kenyamanan,” tambah Cahyo.
Menghadapi tingginya mobilitas penumpang hingga akhir tahun, KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik. Penumpang disarankan memesan tiket lebih awal melalui kanal resmi, datang ke stasiun sebelum jadwal keberangkatan, serta menjaga barang bawaan selama perjalanan.
Secara keseluruhan, data semester I 2026 menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi tulang punggung transportasi umum di kawasan Tapal Kuda. Pertumbuhan penumpang yang merata di hampir semua kabupaten, dengan lonjakan signifikan di Pasuruan, mengindikasikan bahwa mobilitas masyarakat di wilayah timur Jawa Timur terus meningkat. Kehadiran rute baru dan layanan digital menjadi faktor pendukung yang memperkuat tren ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
