Kantin Tersembunyi di Antasari, Suasana Seperti Liburan di Bali
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta Selatan, tepatnya di kawasan Antasari, ada sebuah tempat makan yang bisa dibilang tersembunyi. Tempat ini menawarkan suasana yang terasa seperti sedang berlibur di resort. Namanya Kantin Putih Melati.
Lokasinya berada di gang sempit, di Jalan Putih Melati No.10B, RT.5/RW.3, Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru. Kode posnya 12150. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 21.00. Untuk harga, mulai dari Rp 20.000-an. Mereka menyajikan masakan rumahan dan menyediakan tempat untuk makan di tempat (dine in) serta area parkir.
Awalnya, Kantin Putih Melati hanya sebuah kantin untuk karyawan kantor di sekitar situ. Tempatnya adalah sebuah rumah yang kemudian ditata dengan banyak tanaman hijau. Hasilnya, suasananya jadi terasa homey. Ada area outdoor dan kolam renang yang airnya jernih. Pengunjung sering bilang, suasananya seperti sedang santai di resort-resort Bali.
Kantin ini bukan satu penjual saja. Isinya banyak tenant. Dulu, menu yang ditawarkan hanya masakan rumahan seperti warteg. Ada ayam, kikil, udang, ikan, aneka sayur, dan lauk lainnya yang kaya bumbu. Karena banyak peminat, kantin yang awalnya hanya untuk karyawan kantor itu akhirnya dibuka untuk umum. Pilihan makanannya makin beragam karena tenant-tenant baru ikut bergabung. Sekarang, ada juga coffee shop yang jual aneka kopi dan dessert. Meskipun tenantnya banyak, semua pesanan dibayar lewat satu kasir saja.
Kami sempat mencoba beberapa menu. Salah satu andalannya adalah ayam balado. Potongan ayamnya besar, dibalut sambal balado yang royal. Tekstur dagingnya empuk. Rasanya gurih dengan pedas yang tidak berlebihan. Ada juga udang goreng tepung yang renyah. Udangnya dibalut saus salted egg, jadi terasa gurih. Cocok dipadukan dengan tumis jagung muda yang renyah, manis, dan gurih.
Dari tenant Ayam Situjuah, ada menu bebek lado ijo seharga Rp 32.000. Seporsinya berisi nasi putih, bebek lado ijo, acar, tahu, dan tempe. Bebeknya dimasak perlahan, jadi teksturnya sangat lembut. Dagingnya mudah lepas dari tulang. Balutan lado ijonya melimpah dengan sensasi pedas yang menggigit. Bumbunya terasa kaya rempah dan memberi sensasi segar di mulut.
Kalau ingin bakmi, ada bakmi chili oil seharga Rp 25.500. Mienya lembut, dipadukan dengan chili oil yang pedas dan ayam cincang dalam porsi melimpah. Sebagai pelengkap, ada udang keju yang cocok disantap bersama bakmi. Seporsinya berisi tiga buah. Teksturnya renyah di luar, lembut dan lumer di dalam.
Untuk minuman, coffee shop di sini menawarkan kopi pandan daun. Racikannya memadukan espresso, susu, krimer, dan ekstrak pandan. Hasilnya, rasa manis dengan aroma pandan yang harum dan sentuhan grassy yang tipis. Harganya mulai Rp 25.000-an. Dessert andalannya adalah cheesecake. Teksturnya padat tapi tetap lembut, dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang seimbang. Cheesecake ini jadi favorit banyak pengunjung.
Tempat ini bisa dibilang pilihan menarik untuk makan siang atau sekadar nongkrong santai. Suasananya yang teduh dan asri cocok untuk bersantai bersama keluarga atau teman. Dengan harga yang masih terjangkau, pengunjung bisa menikmati berbagai hidangan rumahan hingga dessert di satu tempat yang sama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
