5 Jejak Perjalanan Ibnu Batutah di Dunia
Gambar atau konten salah?
Seorang penjelajah hebat dari abad ke-14, Ibnu Batutah, meninggalkan catatan perjalanan yang kini bisa diikuti oleh para pelancong modern. Selama hampir 30 tahun, ia menjelajahi dunia, melintasi tiga benua dan singgah di 44 negara. Bagi yang mencari pengalaman liburan berbeda, menelusuri jejak langkahnya menawarkan perspektif unik tentang dunia sebelum era teknologi modern.
Berikut adalah lima lokasi penting dalam rute perjalanan legendaris Ibnu Batutah yang masih bisa dikunjungi saat ini.
1. Tangier, Maroko
Tangier, kota pelabuhan di utara Maroko, merupakan tempat kelahiran Ibnu Batutah. Dari sinilah ia memulai pengembaraan panjangnya pada tahun 1325, saat usianya baru 21 tahun. Pengunjung bisa mencari makam Ibnu Batutah yang terletak di kawasan kota tua Tangier, atau medina.
Kota ini menawarkan pemandangan menarik, termasuk bangunan putih di perbukitan yang menghadap Selat Gibraltar. Destinasi bersejarah lain yang patut dikunjungi di Tangier adalah Kasbah dan Masjid Agung Tangier. Arsitektur klasiknya menyajikan suasana liburan yang khas.
2. Makkah dan Madinah, Arab Saudi
Dua kota suci ini menjadi persinggahan krusial dalam perjalanan Ibnu Batutah untuk menunaikan ibadah haji. Makkah dan Madinah adalah pusat sejarah perkembangan agama Islam.
Selain melaksanakan haji atau umroh, pelancong dapat mengunjungi situs-situs bersejarah:
- Di Makkah: Masjidil Haram, rumah peninggalan Rasulullah, Gua Hira, Padang Arafah, dan Museum Haramain.
- Di Madinah: Masjid Nabawi, Masjid Quba, serta area pemakaman Rasulullah dan para sahabat.
3. Delhi, India
Ibnu Batutah pernah tinggal cukup lama di Delhi. Di sana, ia sempat menjabat sebagai qadi (hakim) di bawah pemerintahan Kesultanan Delhi. Delhi menyimpan banyak bangunan bersejarah yang bisa dijelajahi.
Beberapa tempat penting yang bisa dikunjungi antara lain Red Fort, Tughlaqabad Fort, Qutub Minar, India Gate, Makam Humayun, dan Benteng Lotus yang terkenal.
4. Istanbul, Turki
Ketika Ibnu Batutah tiba, wilayah ini masih dikenal sebagai Konstantinopel di bawah kekuasaan Romawi. Kini, Istanbul menjadi saksi peradaban Islam yang membentang di Eropa dan Asia Barat.
Di Istanbul, pelancong dapat melihat Hagia Sophia, Istana Topkapi, Masjid Sultan Ahmed, dan berbagai museum peninggalan Kesultanan Ottoman. Kota ini menyajikan pemandangan indah dengan latar belakang sejarah yang kental.
5. Guangzhou, China
Guangzhou, yang juga dikenal sebagai Kanton, merupakan salah satu pelabuhan besar yang disinggahi Ibnu Batutah dan sudah lama menjadi pusat perdagangan internasional. Meskipun kini kota ini sangat modern dengan gedung-gedung tinggi, jejak sejarah maritimnya masih kuat terasa.
Destinasi bersejarah yang bisa dikunjungi di Guangzhou meliputi Museum Raja Nanyue, Klenteng Guangxiao, Gunung Baiyun, Menara Zhenhai, dan Dr. Sun Yat-sen Memorial Hall.
Menelusuri jejak Ibnu Batutah bukan sekadar mengunjungi kota-kota tua. Perjalanan ini mengingatkan bahwa koneksi antarmanusia sudah terjalin erat jauh sebelum teknologi ada. Dari Tangier hingga Guangzhou, setiap kota menyimpan kisah tentang keberanian, pencarian makna, dan pertemuan berbagai budaya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
10 Tempat Wisata di Tangerang, Akses KRL Mudah
5 Gunung Alternatif untuk Hindari Keramaian Bromo
10 Destinasi Wisata di Jakarta yang Mudah Dijangkau Naik KRL
Gua Donan Pangandaran Sepi, Tiket Gratis pun Tak Laku
7 Destinasi Dingin Jawa Tengah Selain Dieng
Pantai Lakban: Wisata dan Sejarah Tambang Belanda
