5 Jejak Perjalanan Ibnu Batutah di Dunia

Teguh A. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
5 Jejak Perjalanan Ibnu Batutah di Dunia

Gambar atau konten salah?

Seorang penjelajah hebat dari abad ke-14, Ibnu Batutah, meninggalkan catatan perjalanan yang kini bisa diikuti oleh para pelancong modern. Selama hampir 30 tahun, ia menjelajahi dunia, melintasi tiga benua dan singgah di 44 negara. Bagi yang mencari pengalaman liburan berbeda, menelusuri jejak langkahnya menawarkan perspektif unik tentang dunia sebelum era teknologi modern.

Berikut adalah lima lokasi penting dalam rute perjalanan legendaris Ibnu Batutah yang masih bisa dikunjungi saat ini.

1. Tangier, Maroko

Tangier, kota pelabuhan di utara Maroko, merupakan tempat kelahiran Ibnu Batutah. Dari sinilah ia memulai pengembaraan panjangnya pada tahun 1325, saat usianya baru 21 tahun. Pengunjung bisa mencari makam Ibnu Batutah yang terletak di kawasan kota tua Tangier, atau medina.

Kota ini menawarkan pemandangan menarik, termasuk bangunan putih di perbukitan yang menghadap Selat Gibraltar. Destinasi bersejarah lain yang patut dikunjungi di Tangier adalah Kasbah dan Masjid Agung Tangier. Arsitektur klasiknya menyajikan suasana liburan yang khas.

2. Makkah dan Madinah, Arab Saudi

Dua kota suci ini menjadi persinggahan krusial dalam perjalanan Ibnu Batutah untuk menunaikan ibadah haji. Makkah dan Madinah adalah pusat sejarah perkembangan agama Islam.

Selain melaksanakan haji atau umroh, pelancong dapat mengunjungi situs-situs bersejarah:

  • Di Makkah: Masjidil Haram, rumah peninggalan Rasulullah, Gua Hira, Padang Arafah, dan Museum Haramain.
  • Di Madinah: Masjid Nabawi, Masjid Quba, serta area pemakaman Rasulullah dan para sahabat.

3. Delhi, India

Ibnu Batutah pernah tinggal cukup lama di Delhi. Di sana, ia sempat menjabat sebagai qadi (hakim) di bawah pemerintahan Kesultanan Delhi. Delhi menyimpan banyak bangunan bersejarah yang bisa dijelajahi.

Beberapa tempat penting yang bisa dikunjungi antara lain Red Fort, Tughlaqabad Fort, Qutub Minar, India Gate, Makam Humayun, dan Benteng Lotus yang terkenal.

4. Istanbul, Turki

Ketika Ibnu Batutah tiba, wilayah ini masih dikenal sebagai Konstantinopel di bawah kekuasaan Romawi. Kini, Istanbul menjadi saksi peradaban Islam yang membentang di Eropa dan Asia Barat.

Di Istanbul, pelancong dapat melihat Hagia Sophia, Istana Topkapi, Masjid Sultan Ahmed, dan berbagai museum peninggalan Kesultanan Ottoman. Kota ini menyajikan pemandangan indah dengan latar belakang sejarah yang kental.

5. Guangzhou, China

Guangzhou, yang juga dikenal sebagai Kanton, merupakan salah satu pelabuhan besar yang disinggahi Ibnu Batutah dan sudah lama menjadi pusat perdagangan internasional. Meskipun kini kota ini sangat modern dengan gedung-gedung tinggi, jejak sejarah maritimnya masih kuat terasa.

Destinasi bersejarah yang bisa dikunjungi di Guangzhou meliputi Museum Raja Nanyue, Klenteng Guangxiao, Gunung Baiyun, Menara Zhenhai, dan Dr. Sun Yat-sen Memorial Hall.

Menelusuri jejak Ibnu Batutah bukan sekadar mengunjungi kota-kota tua. Perjalanan ini mengingatkan bahwa koneksi antarmanusia sudah terjalin erat jauh sebelum teknologi ada. Dari Tangier hingga Guangzhou, setiap kota menyimpan kisah tentang keberanian, pencarian makna, dan pertemuan berbagai budaya.

Ibnu BatutahJejak PerjalananTravelerMarokoMakkahDelhiIstanbulGuangzhou

Komentar

Memuat komentar...