58 Biksu Jalan Bali ke Borobudur, Klaten Sebagai Etape

Hendra M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
58 Biksu Jalan Bali ke Borobudur, Klaten Sebagai Etape

Gambar atau konten salah?

58 biksu melakukan ritual thudong, yaitu berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur. Setelah tiba di Klaten, mereka naik bus untuk melanjutkan perjalanan.

Mulai sekitar pukul 07.30 WIB, para biksu memulai Pindapata di Wihara Bodhivasma, Jalan Mayor Kusmanto. Di sana mereka beristirahat sebelum melanjutkan langkah.

Pukul 09.00 WIB, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, melepaskan mereka. Dengan begitu, para biksu dapat melanjutkan perjalanan menuju Jogja.

Rute berjalan kaki melintasi Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Pemuda, dan Jalan Dr Soeradji Tirtonegoro. Sampai di Taman Makam Pahlawan Tegalyoso, perjalanan beralih ke bus.

Wiryo Alex Fernando, Ketua Koordinator Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta Indonesia Walk for Peace 2026, menjelaskan kepada wartawan bahwa hari ini dimulai dengan Pindapata lalu dilanjutkan dengan pelepasan oleh bupati.

Di Klaten, para biksu hanya berjalan sampai Taman Makam Pahlawan Ratna Bantala Tegalyoso. Alex mengatakan mereka harus naik bus karena akan bertemu Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sultan Keraton Jogja, Hamengku Buwono (HB) X. Waktu pertemuan ditetapkan pada pukul 15.00 WIB. “Kenapa harus menggunakan bus, karena waktu yang telah ditentukan oleh Ngarsa Dalem (Sultan Hamengku Buwono X) itu jam 15.00 WIB. Jadi untuk terus jalan kaki kiranya tidak nyandak (tercapai waktunya) untuk sampai di bangsal Kepatihan Keraton Yogyakarta,” kata Alex pada Senin 26 Mei 2026.

Menurut Alex, total ada 58 biksu yang ikut serta. Mereka berasal dari empat negara di Asia Tenggara: Thailand (47), Laos (2), Malaysia (4), dan sisanya dari Indonesia.

Alex menambahkan bahwa para biksu telah menempuh perjalanan hampir 400 kilometer dari Singaraja, Bali, hingga Klaten. Klaten menjadi etape terakhir di Jawa Tengah sebelum masuk wilayah Yogyakarta dan berakhir di Candi Borobudur, Magelang.

“Tujuan utama untuk menguatkan Bhinneka Tunggal Ika, kita di Indonesia ini berbeda-beda tapi tujuannya sama, yaitu menjaga kedamaian, berdamai dengan diri sendiri, lingkungan, negara dan lainnya,” papar Alex.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyatakan mewakili masyarakat Klaten mengucapkan selamat datang kepada para biksu. Ia menambahkan, “Dengan kegiatan jalan yang mungkin dianggap sepele tapi bisa menjadi gerakan besar dan menunjukkan kepada dunia bahwa dunia ini layak untuk saling hidup berdampingan meskipun semua berbeda-beda.”

Perjalanan ini menegaskan bahwa meski langkahnya sederhana, upaya bersama dapat memperkuat semangat persatuan dan kedamaian di Indonesia.

BiksuRitual ThudongCandi BorobudurJalan kakiKedamaianBhinneka Tunggal IkaYogyakarta

Komentar

Memuat komentar...