58 Huntara Langkahan Rusak Angin Kencang, PU Siap Perbaikan

Agus P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
58 Huntara Langkahan Rusak Angin Kencang, PU Siap Perbaikan

Gambar atau konten salah?

Di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, terdapat 58 hunian sementara (Huntara) yang rusak akibat angin kencang pada 02 Juni 2026. Hunian-hunian ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menampung korban bencana banjir yang terjadi akhir November 2025.

Dalam keterangannya pada 03 Juni 2026, Menteri PU Dody Hanggodo mengumumkan langkah cepat perbaikan. Ia berkata, "Saya telah menginstruksikan jajaran Kementerian PU melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis (PS) Aceh untuk segera melakukan perbaikan terhadap Huntara yang terdampak cuaca ekstrem di Kecamatan Langkahan. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama sehingga penanganan harus dilakukan secepat mungkin agar warga dapat kembali beraktivitas dengan normal," ia menegaskan.

Tim teknis Satker Prasarana Strategis Aceh bekerja sama dengan PT Pembangunan Perumahan (Persero), kontraktor pelaksana, telah memulai pendataan kerusakan. Mereka juga membantu membersihkan material bangunan yang terkena dampak dan menyiapkan langkah-langkah darurat bagi warga. Kementerian PU berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mendirikan tenda darurat sebagai tempat penampungan sementara selama proses perbaikan berlangsung.

Dody menjelaskan hasil identifikasi awal: kerusakan pada plafon dan atap blok A, kebocoran plafon blok B, kerusakan ringan nok atap blok C, serta kerusakan plafon area dapur blok D. Tim teknis saat ini sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar perbaikan dapat dilaksanakan tepat waktu, dengan target selesai dalam satu minggu.

Huntara di Kecamatan Langkahan merupakan fasilitas yang dibangun melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis PU. Ia menambahkan, "Huntara di Kecamatan Langkahan merupakan salah satu fasilitas yang dibangun Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana di Aceh. Pembangunan dilakukan di atas lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dengan total luas bangunan sekitar 1.440 m2 dengan total bangunan 5 blok huntara berkapasitas sekitar 60 kepala keluarga," jelasnya.

Secara teknis, huntara dibangun menggunakan sistem modular dengan struktur rangka baja ringan. Dody menambahkan, "Secara teknis, huntara dibangun menggunakan sistem modular dengan struktur rangka baja ringan yang memungkinkan proses konstruksi berlangsung cepat dan efisien. Setiap unit dilengkapi insulated panel, ventilasi, exhaust fan, dan kipas angin guna menjaga kenyamanan penghuni. Selain itu tersedia berbagai fasilitas pendukung seperti toilet komunal, area cuci, dapur bersama, jaringan listrik dan pencahayaan, serta sistem air bersih dan sanitasi yang memadai," ia jelaskan.

Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil telah berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian PU terkait kerusakan Huntara. Menurut juru bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli, "Huntara di Rumoh Rayeuk dan Langkahan dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedangkan di Buket Linteung dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU)," ia menyatakan. Ia juga menegaskan bahwa 58 Huntara mengalami kerusakan berat hingga sedang akibat angin kencang pada sore hari 02 Juni 2026, tersebar di beberapa desa di kecamatan tersebut.

Pak bupati mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di musim peralihan seperti saat ini, "Pak bupati mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di musim peralihan seperti saat ini," kata Muntasir.

Dengan koordinasi antara Kementerian PU, BNPB, dan pemerintah daerah, perbaikan Huntara di Langkahan diharapkan selesai dalam satu minggu. Upaya ini bertujuan agar warga dapat segera kembali beraktivitas normal setelah mengalami kerusakan akibat angin kencang.

Huntaraangin kencangKementerian Pekerjaan UmumBNPBAceh Utaraperbaikankecamatan Langkahankonstruksi modular

Komentar

Memuat komentar...