73 Siswa Kediri Keracunan Makanan, Tak Ada Pasien Rumah Sakit

Bima J. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 125 dibaca
Bisik.id
73 Siswa Kediri Keracunan Makanan, Tak Ada Pasien Rumah Sakit

Gambar atau konten salah?

22 April 2026 menandai hari di mana puluhan siswa di Kota Kediri mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah kota terus memantau kondisi para siswa yang terdampak.

Data terbaru menunjukkan bahwa siswa yang mengeluh berasal dari tiga sekolah dasar: SDN Ketami 1 sebanyak 11 siswa, SDN Ketami 2 sebanyak 53 siswa, dan SDN Tempurejo 1 sebanyak 9 siswa. Totalnya 73 siswa.

Dinkes juga sudah melakukan cek kesehatan kepada anak-anak. Alhamdulillah kondisinya sudah mulai stabil. Mulai masuk sekolah dan untuk yang belum masuk tentunya kami juga terus melakukan pemantauan,” kata Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, pada 24 April 2026.

Vinanda menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit. Semua siswa masih menjalani perawatan dan pemantauan di rumah masing-masing. “Yang dirawat alhamdulillah tidak ada. Semuanya dirawat di rumah, jadi tetap terus kami pantau,” tambahnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli. Sampel yang diperiksa berasal dari menu ayam saus tiram yang dikonsumsi siswa.

Reaksi pemerintah kota tidak berhenti di situ. “Apabila nanti ditemukan adanya SPPG yang tidak melaksanakan SOP dari BGN, tentunya akan kami sampaikan kepada BGN. Jika ternyata banyak catatan, tentu akan kami rekomendasikan untuk dilakukan penutupan,” tegas Vinanda. Ia menegaskan bahwa Pemkot Kediri akan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sejumlah 73 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi menu program MBG pada 22 April 2026. Gejala yang dialami bervariasi mulai dari mual, muntah, pusing, diare, hingga demam ringan. Meskipun situasinya mengkhawatirkan, Vinanda memastikan tidak ada korban yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Menanggapi kejadian tersebut, Wali Kota Kediri turun tangan memimpin rapat darurat bersama Satgas MBG Kota Kediri pada 24 April 2026 guna menangani kasus ini secara serius. Dalam rapat, ia merinci bahwa dari total 73 siswa yang terdampak, paling banyak berasal dari SD Ketami 2 dengan 53 siswa, diikuti SD Ketami 1 sebanyak 11 siswa, dan SD Tempurejo 1 sebanyak 9 siswa.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah kota untuk menyediakan makanan sehat bagi siswa. Namun, insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap standar kebersihan dan keamanan makanan yang disajikan di sekolah.

Melalui pemantauan terus-menerus, pemeriksaan laboratorium, dan penegakan SOP, pemerintah kota berupaya memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang. Meskipun belum ada laporan siswa yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, upaya pencegahan dan penanganan dini tetap menjadi prioritas utama.

Insiden ini menjadi pengingat bagi semua pihak terkait—pemerintah, sekolah, dan penyedia makanan—untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan yang disajikan kepada anak-anak. Dengan langkah-langkah pengawasan yang lebih ketat, diharapkan program MBG dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh siswa di Kota Kediri.

Keracunan MakananKediriMakan Bergizi Gratis (MBG)Escherichia coliStandar Operasional ProsedurSekolah DasarPemerintah Kota

Komentar

Memuat komentar...