Acosta Siap Belajar dari Marquez di Ducati 2027
Gambar atau konten salah?
Pedro Acosta sudah tidak sabar lagi. Pebalap muda asal Spanyol ini akan memulai petualangan barunya bersama tim pabrikan Ducati di MotoGP pada tahun 2027. Ia akan satu tim dengan Marc Marquez, yang ia sebut sebagai salah satu pebalap terbaik sepanjang sejarah MotoGP.
Mulai musim 2027 nanti, Acosta dan Marquez akan berbagi garasi yang sama. Meski di lintasan mereka akan saling bersaing untuk memperebutkan posisi terbaik, Acosta justru melihat situasi ini sebagai peluang besar. Bukan untuk bertarung, melainkan untuk belajar.
"Merupakan sebuah kehormatan bisa satu tim dengan Marc," kata Acosta, dikutip dari Crash.net. "Kurang lebih dia sudah berada di penghujung kariernya, sedangkan saya baru memulai perjalanan di MotoGP. Karena itu, ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi saya untuk belajar darinya dan memanfaatkan semua pengalamannya."
Bagi Acosta, Marquez adalah sosok terakhir dari generasi pebalap yang pernah bersaing langsung dengan nama-nama legendaris. Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa adalah beberapa di antaranya. Marquez adalah satu-satunya pebalap aktif yang pernah mengalahkan mereka semua dalam perebutan gelar juara dunia. Ia adalah juara dunia delapan kali di kelas premier.
"Dia adalah pebalap terakhir dari generasi sebelumnya yang pernah membalap bersama pebalap-pebalap hebat seperti Dani, Jorge, dan Valentino," ujar Acosta.
Acosta sendiri sempat membuka musim 2026 dengan impresif. Ia merebut kemenangan Sprint Race pertamanya di Buriram. Ia bahkan memimpin klasemen sementara setelah mengalahkan Marquez. Tapi performanya kemudian menurun. Bukan karena lawan, melainkan karena masalah teknis pada motor KTM. Pebalap berusia 22 tahun itu juga mengalami carpal tunnel syndrome pada pergelangan tangan kanannya. Ia harus menjalani operasi.
Sekarang, dengan kepastian bergabung ke Ducati mulai 2027, Acosta berharap bisa memanfaatkan pengalaman Marquez. Ia ingin mempercepat proses perkembangannya. Dan menjadi penantang gelar juara dunia di masa depan.
Acosta masih sangat muda. Marquez sudah di ujung karier. Satu tim dengan legenda hidup seperti Marquez memberinya akses langsung ke pengalaman bertahun-tahun melawan generasi emas MotoGP. Itu adalah modal yang tidak dimiliki pebalap lain di grid saat ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bagnaia Jalani Operasi Lengan saat Libur MotoGP
BKB Rekrut Eks UFC, Incar Ekspansi ke Indonesia
Marc Marquez Yakin Motor 850cc Bisa Lebih Cepat di Sachsenring
Atlet Asian Games 2026 Tinggal di Kapal Pesiar
Veda Ega: Honda Unggul di Tikungan Cepat
Mario Aji dan Veda Ega Siap Balapan di MotoGP Mandalika
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
