Adab Menyembelih Hewan Kurban: Basmalah, Takbir, Doa
Gambar atau konten salah?
Di balik tradisi menyembelih hewan kurban, ada aturan sederhana yang sering terlupakan. Salah satunya adalah jumlah takbir yang dibaca. Menurut ulama, takbir ini tidak hanya sekadar ucapan, melainkan bagian penting yang menandai kesempurnaan ibadah.
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah.” Takbir ini dibaca setelah basmalah dan shalawat, atau dalam beberapa riwayat boleh juga didahulukan sebelum basmalah.
Berikut urutan bacaan yang dianjurkan ketika menyembelih hewan kurban:
1. Baca basmalah
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
“Bismillahirrahmanirrahim” – “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.”
2. Baca sholawat untuk Nabi Muhammad SAW
أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
“Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.” – “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”
3. Baca takbir tiga kali dan tahmid tiga kali
أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ أَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ
“Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd.” – “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah.”
4. Baca doa menyembelih hewan kurban
أَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ
“Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm.” – “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”
Doa ini diucapkan oleh orang yang berkurban. Bila penyembelih membaca doa untuk orang lain, kata “minnî” diganti dengan nama pemilik kurban.
Selain bacaan di atas, ada doa tambahan yang dianjurkan sebelum menghadapkan hewan ke kiblat. Menurut Syekh M Nawawi Banten, sebelum menyembelih, bacalah basmalah lengkap, sholawat, dan takbir tiga kali. Setelah menghadap kiblat, bacalah doa menyembelih seperti yang tercantum di atas.
Berikut adalah adab dan tata cara menyembelih hewan kurban, yang diambil dari beberapa sumber termasuk Baznas RI dan Muhammadiyah. Hadits Nabi Muhammad SAW menegaskan pentingnya sikap baik terhadap makhluk hidup, termasuk hewan kurban.
- Penyembelih dianjurkan orang yang berkurban – Penyembelih haruslah pemilik kurban. Jika tidak mampu, bisa diwakilkan, namun tetap harus menyaksikan prosesnya.
- Gunakan alat potong paling tajam – Pisau khusus yang tajam dianjurkan agar pemotongan berjalan lancar.
- Jangan mengasah pisau tepat di depan hewan kurban – Mengasah di depan hewan dapat membuatnya cemas. Asah di tempat yang tidak terlihat.
- Hadapkan hewan kurban ke arah kiblat – Posisi leher hewan harus menghadap kiblat, bukan wajahnya. Kepala di selatan, kaki barat, leher barat.
- Letakkan kaki penyembelih di leher hewan kurban – Praktik Nabi Muhammad SAW saat menyembelih.
- Disembelih dengan cepat – Tujuannya agar hewan tidak menderita lama.
- Pastikan tenggorokan, kerongkongan, dan urat leher terpotong – Ini menandakan penyembelihan sudah benar.
- Biarkan kaki kanan hewan bergerak – Beberapa ulama berpendapat ini membantu hewan mati lebih cepat.
- Jangan mematahkan leher hewan kurban – Tunggu hingga hewan benar-benar mati sebelum memotong leher.
- Sesuaikan gerakan napas penyembelih dan hewan kurban – Lakukan saat hewan menghembuskan napas, bukan menarik.
- Menahan napas saat menyembelih – Lakukan selama pisau masih berada di leher hewan.
- Arahkan pisau dari atas ke bawah – Gerakkan pisau dari atas ke bawah dan jangan lepaskan sampai hewan mati.
- Tunggu hewan kurban benar-benar mati – Pastikan tidak ada tanda hidup sebelum memotong leher.
Setiap adab di atas memiliki tujuan yang sama: menghormati makhluk Allah dan memastikan ibadah kurban berjalan sesuai sunnah. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, penyembelih tidak hanya mematuhi perintah agama, tetapi juga menunjukkan rasa empati terhadap hewan.
Praktik menyembelih hewan kurban yang benar mencerminkan kesungguhan dalam menunaikan ibadah. Takbir tiga kali, doa yang tulus, dan adab yang teliti menjadi landasan bagi setiap kurban yang diolah. Dengan memperhatikan detail-detail kecil ini, ibadah kurban menjadi lebih bermakna dan sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Warga Malang Mulai Borong Alat Tulis Jauh Sebelum Sekolah
RSKKA Berlayar, Sasar Empat Pulau Sulit Akses
Gus Yahya Maju Lagi di Muktamar NU, Singgung Dunia Baru
Pelukis Lamongan Banjir Order Lukisan Messi-Ronaldo
Bediding Landa Kota Batu, Suhu Tembus 11 Derajat
Gus Yahya Bahagia Muktamar NU di Tambakberas
Berita Terbaru
Garuda Indonesia Ubah Sistem Bagasi per 1 September 2026
Marc Marquez Pole di MotoGP Jerman, Bezzecchi Cedera
Warga Malang Mulai Borong Alat Tulis Jauh Sebelum Sekolah
Ledakan Toko Bangunan di Purwakarta, Satu Tewas
Prabowo: 3-4 Tahun Lagi RI Bisa Hasilkan Bensin dari Tanaman
PS Bhayangkara Polda Babel Juara Umum Silat IPSI Cup
Sensus Ekonomi Aceh Capai 50 Persen, Tertinggi Nasional
Bos Robbak Bon Utang Karyawan, Restoran Malah Makin Laris