Air Banjir Merah di RW 06 Joyotakan, Sumber Tinta Terungkap

Fandi R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Air Banjir Merah di RW 06 Joyotakan, Sumber Tinta Terungkap

Gambar atau konten salah?

Solo Warga di RW 06 Joyotakan, Serengan dihadapkan pada kejadian aneh ketika genangan air berwarna merah muncul di sepanjang pemukiman. Pencatatan awal menunjukkan bahwa banjir mulai menggenang pada malam 14 April 2026, tepatnya sekitar pukul 13.30 WIB.

Warga yang berada di area tersebut mengeluhkan kagetnya ketika melihat air yang tak biasa berwarna merah pekat. Pada Rabu (15 April 2026), seorang penduduk bernama Jumadi ditemui di lokasi dan mengungkapkan pengalaman pertama kali menyadari air masuk ke rumahnya.

“Baru tahu tadi pagi, saya bangun air sudah mulai masuk rumah. Terus tahu kalau airnya berwarna merah,” jelas Jumadi saat ditemui di lokasi.

Menurut Jumadi, warna merah tersebut mungkin berasal dari sampah sablon atau bahan pewarna yang dibuang di sekitar sungai. Ia menegaskan bahwa kejadian ini hanya terjadi di RW 06 saja.

“Yang merah cuma di sini saja (RW 06). Ini sepertinya ada orang yang membuang obat sablon atau apa gitu. Kalau di tempat lain tidak merah, cuma di bagian sini saja,” terangnya.

Dalam upaya mencari sumbernya, Lurah Joyotakan, Bambang Kristianto, bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan wilayah pascabanjir pada pagi hari. Saat melintas di dekat pintu air kecil, petugas menemukan bungkus plastik yang mengeluarkan pewarna.

“Tadi pagi saya dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas keliling ke RW 06. Pas kita naik ke pintu air yang kecil itu, ada bungkus plastik yang mengeluarkan pewarna. Seperti ada kain di dalamnya yang mengeluarkan teres (pewarna),” ucap Bambang.

Ia menegaskan bahwa warna merah pekat tersebut bukan limbah kimia berbahaya, melainkan tinta atau pewarna merah yang luntur ke dalam air. Lokasi temuan berada di dekat tangga masuk pintu air, bukan di sungai.

“Jadi itu bukan limbah sebenarnya, cuma tinta atau pewarna merah. Ditemukannya bukan di sungai, tapi di dekat tangga masuk ke pintu air. Warga memang sempat kaget, dikira apa kok merah,” imbuhnya.

Reaksi warga juga kaget ketika melihat air berwarna merah. Salah satu warga mengungkapkan ketidakpastian mereka saat melihat plastik tersebut.

“Ah, iya (warga kaget) dikira apa ini kok merah gitu. Terus kita pas jalan mau naik itu yang di bagian situ tuh lebih pekat. Nah, terus dilihat‑lihat, oh ada plastik itu, enggak tahu dalamnya apa,” terangnya.

Hingga saat ini, kondisi banjir di RW 06 dilaporkan mulai melandai. Namun, sisa genangan berwarna merah masih terlihat di beberapa titik. Genangan air tetap merata di wilayah lain seperti RW 01, RW 02, dan RW 04.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga, Bambang menyebutkan bahwa sejumlah warga telah dievakuasi ke beberapa titik pengungsian. “Ada yang mengungsi di Masjid Al‑Ni'mah, SD Joyotakan, dan Masjid Al‑Hidayah,” pungkasnya.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan sampah dan limbah di wilayah pesisir. Meskipun sumbernya belum dipastikan secara resmi, tindakan cepat dari petugas dan warga membantu mengurangi potensi dampak lebih lanjut.

genangan air merahRW 06 Joyotakanbanjir pascabanjirpewarna plastikevakuasi wargapengawasan sampah limbahBambang Kristianto

Komentar

Memuat komentar...