Akhir Tahun, Waktu Tepat Investasi: Pilih Obligasi dan Emas
Gambar atau konten salah?
Jelang akhir tahun, banyak orang mulai mempertimbangkan untuk berinvestasi. Ini waktu yang tepat untuk mengevaluasi portofolio investasi selama setahun dan menetapkan target keuangan baru. Dengan kemajuan teknologi finansial, berbagai instrumen investasi kini dapat diakses dengan mudah melalui smartphone. Terdapat banyak pilihan seperti reksa dana, saham, emas, dan obligasi negara yang dapat disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa semua bentuk investasi penting dilakukan untuk menjaga stabilitas dan mencapai tujuan keuangan pada tahun 2026. Ia menyarankan bahwa obligasi dan deposito menjadi pilihan yang paling baik di antara banyak instrumen investasi yang ada. Menurutnya, kedua instrumen ini memiliki profil risiko yang rendah, menjadikannya aman untuk investor pemula.
Ibrahim menambahkan bahwa meskipun bunga deposito kecil, hal ini tetap menguntungkan karena dilindungi oleh Undang-Undang dan dijamin oleh LPS. Obligasi juga mendapatkan perlindungan yang sama. Ia menyebut investasi di obligasi sebagai langkah yang baik karena dananya digunakan untuk pembangunan.
Setelah memilih instrumen yang aman, Ibrahim merekomendasikan untuk berinvestasi di emas. Nilai logam mulia ini diperkirakan akan meningkat sepanjang tahun 2026. Meskipun ada potensi penurunan harga, emas tetap dianggap sebagai aset dengan risiko rendah.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, juga setuju bahwa logam mulia adalah salah satu instrumen investasi menjanjikan menjelang akhir tahun. Ia memperkirakan harga emas akan stagnan di akhir tahun ini tanpa perubahan signifikan, sementara tren kenaikan harga emas diperkirakan baru akan mulai terlihat di awal tahun depan. Ini menjadikan pembelian emas di akhir tahun sebagai pilihan yang aman.
Lukman menambahkan, meskipun ada kemungkinan kenaikan harga emas dalam beberapa pekan ke depan, ia tidak mengharapkan kenaikan yang besar. Menurutnya, permintaan domestik dan global yang kuat akan mendorong peningkatan harga emas di tahun depan.
Dengan berbagai pilihan investasi yang tersedia dan rekomendasi dari para ahli, akhir tahun ini menjadi momen yang tepat untuk mulai berinvestasi. Baik melalui deposito, obligasi, maupun emas, penting untuk memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing individu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
