Aksi Unjuk Rasa di Jalan Ratna Tanpa Gangguan Lalu Lintas
Gambar atau konten salah?
Jalan Ratna di Surabaya menjadi tempat aksi unjuk rasa pada 15 April 2026. Aksi ini berlangsung di seberang Transmart Ngagel dan berlangsung di siang hari. Meskipun banyak orang berkumpul, tidak ada kemacetan yang terjadi. Kendaraan yang datang dari Jalan Upa Jiwa menuju Jalan Ngagel tetap melaju lancar.
Area aksi dibagi menjadi dua jalur. Satu jalur dipakai untuk demonstran, sementara jalur lainnya tetap terbuka bagi kendaraan. Meski ada bus demonstran yang terparkir di pinggir jalan, lalu lintas tetap berjalan normal. Kecepatan kendaraan yang masuk ke zona aksi hanya sedikit melambat, lalu kembali mengalir dengan normal setelah melewati kerumunan.
Petugas keamanan berjaga di sekitar titik aksi. Mereka memastikan kendaraan dapat melewati area dengan aman. Polisi di lapangan hanya mengatur arus kendaraan, tidak ada penutupan jalan atau pengalihan arus. Kendaraan tetap melaju seperti biasa, bahkan arus dari arah Jalan Ngagel ke Jalan Bung Tomo tidak terhenti.
Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, Iptu Suryadi memberi penjelasan tentang situasi. Ia mengatakan bahwa aksi dimulai sekitar pukul 11.30 WIB dan polisi hadir pada pukul 12.00 WIB. Ia menambahkan bahwa kegiatan berlangsung kondusif sejak awal.
“Tidak ada pengalihan, memang kebetulan di sini dibagi dua, jalurnya dibagi dua. Satu untuk aksi unjuk rasa, satu untuk kendaraan yang melintas sehingga tidak ada masalah atau kemacetan akibat kegiatan unjuk rasa,” ujar Suryadi.
Ia juga menegaskan bahwa aksi masih terbatas pada satu titik saja. “Untuk sementara (aksi massa) di satu titik saja. Kegiatan tetap berjalan dengan baik, arus lalu lintas tidak ada kendala,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, aksi di Jalan Ratna berlangsung tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Polisi berhasil menjaga jalur tetap terbuka, sementara demonstran dapat mengekspresikan pendapatnya tanpa menimbulkan kemacetan. Keputusan untuk membagi jalur menjadi dua membantu menjaga kelancaran kendaraan di area tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
