Aldi Taher: Hidup Sehat Setelah Kanker Hodgkin di Indonesia
Gambar atau konten salah?
Aldi Taher, seorang selebriti, pernah mengalami kanker kelenjar getah bening jenis Hodgkin stadium 2 sekitar delapan atau sembilan tahun lalu.
Hasil pemeriksaan MRI menunjukkan benjolan berukuran 9x6 cm di dekat paru-paru. Benjolan tersebut merupakan sumber utama (primer), sementara benjolan di leher merupakan penyebaran atau metastase.
“Dia (kanker) udah deket paru-paru makanya aku napas terakhir tuh harus diangkat ke atas, busungin dada baru bisa nyampe napasnya. Aku pikir waktu itu gara-gara kurang olahraga kan,” ucap Aldi saat diwawancarai pada Senin (06 April 2026).
Setelah berhasil menjadi penyintas kanker, Aldi lebih memperhatikan pola hidupnya, terutama makanan yang dikonsumsi. Ia menekankan bahwa makanan yang harus dihindari adalah yang mengandung karsinogen, misalnya sate atau daging yang dipanggang sampai ada bagian yang hangus.
“Karsinogen itu kayak sate yang dibakar itu ada agak hangus tuh. Atau daging yang di grill ada hangus-hangusnya tuh karsinogen,” beri Aldi.
Ia juga mulai mengurangi asupan pengawet dan gula berlebih. “Sebenarnya, yang nggak boleh dimakan itu ‘makan teman’ ya, itu nggak boleh,” kelakarnya.
Menurut Aldi, hal penting adalah selalu positive thinking. Ia menganjurkan untuk rajin membaca Al-Qur’an agar jiwa terasa lebih tenang dalam menghadapi cobaan.
Tak lupa, Aldi terus menjaga kesehatannya dengan mengonsumsi vitamin serta madu. Ia juga rutin berolahraga di sela‑sela kesibukannya. “Iya minum madu, terus juga vitamin C. Buah‑buah juga ada vitaminnya kan,” kata dia.
“Alhamdulillah kan dagang burger, terus nyanyi juga, ada beberapa syuting juga, jadi nyari‑nyari waktu untuk olahraga. Makanya olahraga sepatu roda yang kira‑kira bisa langsung dimainin. Kan kalau padel kan harus nyiapin waktu ya itu tadi belum ada waktunya,” tutupnya.
Kesimpulannya, Aldi Taher menekankan pentingnya pola makan sehat, penghindaran karsinogen, dan rutinitas olahraga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan setelah mengatasi kanker.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
