Alfamart Umumkan Dividen Rp 1,7 Triliun, Rp 41,5 per Saham
Gambar atau konten salah?
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) akan membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Besarannya diperkirakan sekitar Rp 1,7 triliun, atau Rp 41,5 per saham.
Keputusan ini diambil di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang berlangsung di kantor pusat Alfamart, Tangerang, pada hari Kamis, 04 Juni 2026. Corporate Secretary Alfamart, Tomin Widian, menjelaskan hasil RUPS tersebut.
“Nah tadi berdasarkan hasil RUPS jumlah dividen yang dibagikan itu berkisar di Rp 1,7 triliun atau per sahamnya di Rp 41,5 per saham,” kata Tomin Widian usai RUPS di Tangerang, 04 Juni 2026.
Ia menegaskan keputusan tersebut tidak terlepas dari kinerja perseroan yang cukup baik di tahun 2025. Menurutnya, laporan keuangan tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan pada sejumlah aspek penting.
“Sekarang kita lihat kinerja laporan keuangan konsolidasi tahun 2025. Kita lihat di sini ada revenue tahun 2025 itu tumbuh sebesar 7,2 % dengan total revenue di Rp 126,7 triliun. Sedangkan gross profit itu pertumbuhannya 9,43 % menjadi Rp 27,7 triliun dari sebelumnya di Rp 25,3 triliun,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, “Persentase gross profit bagi kita itu juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan untuk income from operation itu kita bisa tumbuh di 11,8 % di angka Rp 4,5 triliun di tahun 2025.”
Keberhasilan finansial ini didukung oleh pertumbuhan gerai yang terus berkembang, khususnya dalam lima tahun terakhir. Saat ini, Alfamart memiliki 24 434 gerai retail dan 400 gerai stock point.
“Kelihatan bahwa memang pertumbuhan toko-toko kita itu dari kita lihat di lima tahun terakhir trendnya itu keluar pulau. Jadi kalau kita lihat yang biru atas itu di tahun 2021 kontribusinya 2,3 % di akhir 2025 itu telah meningkat menjadi 36,6 %,” tutupnya.
Dengan pertumbuhan pendapatan, laba kotor, dan ekspansi gerai, Alfamart menunjukkan performa yang kuat di pasar ritel. Dividen yang diumumkan mencerminkan hasil kerja keras dan strategi ekspansi yang berhasil, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
