Ali Imron, Ketua RT, Viral Karena Makan Hanya Kelapa

Vera T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Ali Imron, Ketua RT, Viral Karena Makan Hanya Kelapa

Gambar atau konten salah?

Ali Imron, 54 tahun, berasal dari Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, bekerja sebagai tukang ojek pangkalan. Ia juga menjabat sebagai Ketua RT 1 RW 2 di desanya. Pada 15 Mei 2026, ia menceritakan kisah uniknya tentang kecintaannya pada kelapa.

Usia sekitar tiga tahun, Ali mulai menyukai kelapa. “Usia sekitar 3 tahun mulai menyukai kelapa. Orang tua kaget, untungnya di kampung ini banyak pohon kelapa sehingga tidak susah mencari kelapa,” terangnya kepada wartawan di rumahnya. Dari situ ia belajar mencicipi daging kelapa muda tanpa jajan.

Ia mengatakan, “Akhirnya saya sendiri suka ngemil kelapa. Kelanjutannya jadi kebiasaan, mungkin ibu saya saat mengandung ngidam kelapa, saya tidak tahu,” sambil tertawa. Kegemaran ini terus berlanjut ketika ia masih remaja. Ia biasa mengumpulkan kelapa muda sambil patroli malam bersama teman-teman sebayanya. “Satu tandan kelapa muda, paling teman-teman makan setengahnya sudah ogah karena takut kremien (casingan), untung bagi saya bisa saya habiskan sisanya,” ungkapnya.

Selama masa pacaran, istrinya Lestari, 52 tahun, sempat terkejut. Namun ia menerima kebiasaan Ali. “Beruntung sang istri bisa menerima kondisinya. Bahkan, hingga kini istrinya rajin menyiapkan kelapa.” Ali menambahkan, “Kelanjutannya saya remaja, dewasa, sudah rumah tangga, sampai punya cucu tetap makan menu utamanya kelapa. Lebih baik saya tidak makan nasi, tapi makan kelapa,” tandas kakek dua cucu ini.

Ali Imron pernah menjadi viral di media sosial karena kebiasaannya memakan kelapa sebagai makanan pokok. Ia mengaku tidak bisa menelan makanan apapun tanpa kelapa. “Kalau makan nasi tanpa kelapa tidak bisa masuk ke tenggorokan, ada perasaan untuk segera dimuntahkan. Pernah dicoba dipaksa, akhirnya saya gemetar malahan, akhirnya keluar keringat dingin,” kata Ali di kediamannya. Dalam sehari, ia minimal menghabiskan setengah butir kelapa, atau sekitar 15 butir kelapa dalam satu bulan.

Ia menegaskan, “Kalau makan nasi tanpa kelapa tidak bisa masuk ke tenggorokan, ada perasaan untuk segera dimuntahkan. Pernah dicoba dipaksa, akhirnya saya gemetar malahan, akhirnya keluar keringat dingin.”

Ali Imron menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana dapat menjadi ciri khas yang kuat bagi seseorang. Kegemarannya pada kelapa tidak hanya memengaruhi pola makan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas komunitas di Mojongapit.

Ali ImronkelapaMojongapitJombangviralpola makanidentitas komunitas

Komentar

Memuat komentar...