Ali Imron, Penduduk Mojongapit, Hanya Makan dengan Kelapa
Gambar atau konten salah?
Di desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, seorang pria bernama Ali Imron (54) dikenal karena kebiasaannya yang unik: ia tidak pernah makan tanpa kelapa.
Ali mengaku, “Saya tidak bisa makan apa pun tanpa daging kelapa. Tanpa kelapa, saya tidak bisa menelan makanan apapun.”
Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, menekankan bahwa menu ideal harus mengikuti prinsip 4 sehat 5 sempurna, mencakup karbohidrat, protein, lemak, serta buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral.
Menurut dr Pudji, kebiasaan Ali tidak dianggap kelainan, melainkan kebiasaan. Ia menilai bahwa konsumsi kelapa memberikan dampak positif bagi kesehatan, karena kandungan gizinya tetap terjaga.
“Karena santan (kelapa) yang fresh juga baik untuk tubuh karena kandungan gizinya juga baik untuk tubuh. Termasuk kandungan kolesterolnya jenis yang jinak (HDL). Sehingga juga baik untuk kesehatan tubuh,” jelasnya.
Dr. Pudji menekankan pentingnya kebersihan dan kesegaran kelapa. Ia mengingatkan, “Jika kelapa tetap bersih dan segar, kebiasaan Ali tidak akan memicu penyakit.”
Ia menambahkan, “Jadi, kebiasaan tersebut masih dalam batas normal dengan catatan kelapanya bersih dan segar, serta kebutuhan makanan lainnya juga dicukupi,” tandasnya.
Kebiasaan unik Ali pertama kali mencuat di media sosial pada akhir tahun 2025. Ia menjadi viral karena menolak makan nasi tanpa kelapa, bahkan ketika dipaksa, ia gemetar dan mengeluarkan keringat dingin.
Sebagai ketua RT 1 RW 2 Desa Mojongapit, Ali harus mengonsumsi setidaknya setengah butir kelapa setiap hari, atau sekitar 15 butir per bulan, agar tubuhnya tetap berfungsi normal.
“Kalau makan nasi tanpa kelapa tidak bisa masuk ke tenggorokan, ada perasaan untuk segera dimuntahkan. Pernah dicoba dipaksa, akhirnya saya gemetar malahan, akhirnya keluar keringat dingin,” kata Imron di kediamannya, Jumat (15/5/2026).
Kebiasaan ini menunjukkan bagaimana diet tradisional dapat memengaruhi pola makan individu. Meskipun unik, Ali tetap memenuhi kebutuhan gizi dasar, dan dokter menegaskan bahwa asupan kelapa segar tidak menimbulkan risiko kesehatan bila dikonsumsi bersih.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
