Ali Imron, Tukang Ojek, Hidup Tanpa Nasi, Hanya Kelapa

Eko P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Ali Imron, Tukang Ojek, Hidup Tanpa Nasi, Hanya Kelapa

Gambar atau konten salah?

Ali Imron, seorang warga Desa Mojongapit di Kecamatan Jombang, berusia 54 tahun, tiba‑tiba menjadi sorotan publik berkat kebiasaan uniknya. Ia bekerja sebagai tukang ojek pangkalan dan dikenal karena selalu menambahkan daging kelapa dalam setiap hidangan yang ia konsumsi.

Menurut Ali, ia tidak bisa menelan makanan apapun tanpa mengunyah daging kelapa tua. Ia mengatakan kebiasaan ini sudah ada sejak lahir. “Kalau makan nasi tanpa kelapa tidak bisa masuk ke tenggorokan, ada perasaan untuk segera dimuntahkan. Pernah dicoba dipaksa, akhirnya saya gemetar malahan, akhirnya keluar keringat dingin,” ujarnya pada Jumat, 15 Mei 2026, di kediamannya.

Di setiap hari, Ali menghabiskan minimal setengah butir kelapa. Dalam satu bulan, ia biasanya mengonsumsi sekitar 15 butir kelapa. Kadang ia mengganti nasi dengan kelapa selama satu atau dua hari berturut‑turut. “Setiap sendok nasi hanya sekunder, yang primer kelapa ini,” tambahnya.

Wali rumahnya, Lestari berusia 52 tahun, harus menyiapkan piring khusus berisi potongan daging kelapa yang sudah dikupas dan dicuci bersih setiap kali menyiapkan makanan. Selain sebagai pendamping utama, Ali juga memakan kelapa saat bersantai bersama teman. Meski sering mengonsumsi kelapa, ia mengaku kesehatannya tetap prima. “Pencernaan saya normal‑normal saja. Masalah kolesterol atau asam urat, saya tidak ada sama sekali,” jelasnya.

Ali pernah mencoba tidak makan kelapa selama dua minggu. Ia mengganti kelapa dengan kacang‑kacangan dan berhasil melewatinya. Namun, ia tetap merasa lebih nyaman dengan kelapa. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada anggota keluarganya yang meniru kebiasaan unik ini. “Saudara tidak ada yang meniru, hanya saya sendiri,” pungkasnya.

Perilaku ini membuat Ali menjadi sorotan media sosial. Banyak orang penasaran bagaimana seseorang bisa mengandalkan satu jenis makanan sebagai inti dietnya. Ali tetap bersikap tenang, menegaskan bahwa ia tidak mengalami masalah kesehatan dan kebiasaannya tidak menimbulkan efek negatif bagi tubuhnya.

Pengalaman Ali menunjukkan bahwa kebiasaan makanan dapat sangat berbeda antar individu. Meskipun terlihat aneh bagi sebagian orang, bagi Ali kelapa adalah kebutuhan pokok yang tidak dapat dipisahkan dari harinya. Hal ini menyoroti variasi pola makan yang ada di masyarakat Indonesia, di mana tradisi dan kepercayaan seringkali memengaruhi pilihan makanan sehari‑harian.

Ali Imrondaging kelapakebiasaan unikdiet kelapakolesterolDesa MojongapitJombang

Komentar

Memuat komentar...