Ali Imron, Tukang Ojek, Hidup Tanpa Nasi, Hanya Kelapa
Gambar atau konten salah?
Ali Imron, seorang warga Desa Mojongapit di Kecamatan Jombang, berusia 54 tahun, tiba‑tiba menjadi sorotan publik berkat kebiasaan uniknya. Ia bekerja sebagai tukang ojek pangkalan dan dikenal karena selalu menambahkan daging kelapa dalam setiap hidangan yang ia konsumsi.
Menurut Ali, ia tidak bisa menelan makanan apapun tanpa mengunyah daging kelapa tua. Ia mengatakan kebiasaan ini sudah ada sejak lahir. “Kalau makan nasi tanpa kelapa tidak bisa masuk ke tenggorokan, ada perasaan untuk segera dimuntahkan. Pernah dicoba dipaksa, akhirnya saya gemetar malahan, akhirnya keluar keringat dingin,” ujarnya pada Jumat, 15 Mei 2026, di kediamannya.
Di setiap hari, Ali menghabiskan minimal setengah butir kelapa. Dalam satu bulan, ia biasanya mengonsumsi sekitar 15 butir kelapa. Kadang ia mengganti nasi dengan kelapa selama satu atau dua hari berturut‑turut. “Setiap sendok nasi hanya sekunder, yang primer kelapa ini,” tambahnya.
Wali rumahnya, Lestari berusia 52 tahun, harus menyiapkan piring khusus berisi potongan daging kelapa yang sudah dikupas dan dicuci bersih setiap kali menyiapkan makanan. Selain sebagai pendamping utama, Ali juga memakan kelapa saat bersantai bersama teman. Meski sering mengonsumsi kelapa, ia mengaku kesehatannya tetap prima. “Pencernaan saya normal‑normal saja. Masalah kolesterol atau asam urat, saya tidak ada sama sekali,” jelasnya.
Ali pernah mencoba tidak makan kelapa selama dua minggu. Ia mengganti kelapa dengan kacang‑kacangan dan berhasil melewatinya. Namun, ia tetap merasa lebih nyaman dengan kelapa. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada anggota keluarganya yang meniru kebiasaan unik ini. “Saudara tidak ada yang meniru, hanya saya sendiri,” pungkasnya.
Perilaku ini membuat Ali menjadi sorotan media sosial. Banyak orang penasaran bagaimana seseorang bisa mengandalkan satu jenis makanan sebagai inti dietnya. Ali tetap bersikap tenang, menegaskan bahwa ia tidak mengalami masalah kesehatan dan kebiasaannya tidak menimbulkan efek negatif bagi tubuhnya.
Pengalaman Ali menunjukkan bahwa kebiasaan makanan dapat sangat berbeda antar individu. Meskipun terlihat aneh bagi sebagian orang, bagi Ali kelapa adalah kebutuhan pokok yang tidak dapat dipisahkan dari harinya. Hal ini menyoroti variasi pola makan yang ada di masyarakat Indonesia, di mana tradisi dan kepercayaan seringkali memengaruhi pilihan makanan sehari‑harian.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
