Ali Imron, Tukang Ojek, Tak Makan Tanpa Daging Kelapa

Vera T. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Ali Imron, Tukang Ojek, Tak Makan Tanpa Daging Kelapa

Gambar atau konten salah?

Ali Imron berusia 54 tahun, seorang tukang ojek pangkalan sekaligus Ketua RT di Desa Mojongapit, Jombang, kini menjadi sorotan karena kebiasaan makan yang tak biasa. Ia mengaku tidak bisa menikmati makanan apapun tanpa ditemani daging kelapa. Kebiasaan ini sudah ia jalani sejak kecil, sehingga ia menolak makan nasi bila tidak ada kelapa di meja.

Di kediamannya pada 15 Mei 2026, Ali mengungkapkan rasa tidak nyaman ketika harus memakannya tanpa kelapa. Ia berkata, “Kalau makan nasi tanpa kelapa tidak bisa masuk ke tenggorokan, ada perasaan untuk segera dimuntahkan. Pernah dicoba dipaksa, akhirnya saya gemetar malahan, akhirnya keluar keringat dingin,” kata Imron di kediamannya, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, kebiasaan ini bermula sejak ia berusia sekitar tiga tahun. Ia mulai menyukai kelapa sejak berumur 3 tahun. Saat itu, orang tuanya justru mendukung kebiasaan tersebut karena menganggapnya unik. Ia mengingat, “Usia sekitar 3 tahun mulai menyukai kelapa. Orang tua kaget, untungnya di kampung ini banyak pohon kelapa sehingga tidak susah mencari kelapa,” terangnya.

Ali menjelaskan bahwa ia mulai ngemil kelapa ketika masih kecil, karena orang tuanya memberinya kelapa muda agar tidak jajan sembarangan. Ia menambahkan, “Akhirnya saya sendiri suka ngemil kelapa. Kelanjutannya jadi kebiasaan, mungkin ibu saya saat mengandung ngidam kelapa, saya tidak tahu,” ujarnya sambil berkelakar.

Semasa remaja, Ali sering berburu kelapa muda bersama teman-temannya saat patroli malam. Ia mengaku mampu menghabiskan sisa kelapa yang tidak dimakan teman-temannya. Ia berseru, “Satu tandan kelapa muda, paling teman-teman makan setengahnya sudah ogah karena takut kremien (cacingan), untung bagi saya bisa saya habiskan sisanya,” ungkapnya.

Setiap hari, Ali minimal menghabiskan setengah butir kelapa. Dalam sebulan, kebutuhannya bisa mencapai sekitar 15 butir kelapa. Ia bahkan pernah mengganti nasi sepenuhnya dengan kelapa selama satu hingga dua hari. Ia mengungkapkan, “Setiap sendok nasi hanya sekunder, yang primer kelapa ini,” imbuhnya.

Kebiasaan unik ini sempat membuat istri Ali, Lestari berusia 52 tahun, terkejut saat masa pacaran. Namun, setelah memiliki dua anak dan dua cucu, ia akhirnya memahami kondisi suaminya. Ia berkata, “Sejak pacaran sudah kayak gitu. Alhamdulillah tidak pernah sakit karena kelapa,” terangnya.

Sejak itu, Lestari selalu menyiapkan kelapa setiap hari untuk suaminya. Setiap kali makan, Ali wajib ditemani daging kelapa baik diparut maupun dikunyah langsung. Ia menegaskan, “Setiap kali makan pakai kelapa, kadang diparut, kadang dikunyah langsung. Pasti harus ada kelapanya, kalau tidak ya tidak mau makan,” jelasnya.

Walaupun rutin mengonsumsi kelapa dalam jumlah banyak, Ali mengaku kondisi kesehatannya baik-baik saja. Ia tidak memiliki masalah kolesterol maupun asam urat. Ia menyatakan, “Pencernaan saya normal-normal saja. Masalah kolesterol atau asam urat, saya tidak ada sama sekali,” ujar kakek dua cucu itu.

Kebiasaan unik Ali mendapat tanggapan dari Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran. Menurutnya, kondisi tersebut lebih tepat disebut sebagai kebiasaan, bukan kelainan. Ia menjelaskan, “Karena santan (kelapa) yang fresh juga baik untuk tubuh karena kandungan gizinya juga baik untuk tubuh. Termasuk kandungan kolesterolnya jenis yang jinak (HDL). Sehingga juga baik untuk kesehatan tubuh,” jelasnya.

Dr Pudji mengingatkan agar Ali tetap menjaga kebersihan dan kesegaran kelapa yang dikonsumsi, serta tetap memenuhi kebutuhan gizi lainnya secara seimbang. Ia menegaskan, “Jadi, kebiasaan tersebut masih dalam batas normal dengan catatan kelapanya bersih dan segar, serta kebutuhan makanan lainnya juga dicukupi,” tandasnya.

Ali Imron menunjukkan contoh bagaimana kebiasaan unik dapat memengaruhi pola makan seseorang. Meskipun konsumsi kelapa berlebihan, ia tetap menjaga kesehatan tubuh dan menyesuaikan pola makan dengan kebutuhan gizi. Kebiasaan ini, meski tidak umum, tetap berada dalam batas normal asalkan dikelola dengan baik dan kebersihan terjaga.

Ali Imronkelapakebiasaan unikpola makanRSUD Jombangkolesterolasam urat

Komentar

Memuat komentar...