Anabatic Tunjuk Irfan Setiaputra Jadi Presiden Komisaris
Gambar atau konten salah?
Pada hari Jumat, 08 Mei 2026, PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) mengumumkan penunjukan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Irfan Setiaputra, sebagai Presiden Komisaris dan Komisaris Independen baru perseroan.
Irfan Setiaputra memiliki pengalaman luas di berbagai industri, termasuk aviasi, pertambangan, teknologi, dan telekomunikasi. Sebelumnya, ia memimpin Garuda Indonesia dan dikatakan berhasil membawa maskapai plat merah itu menghadapi pandemi COVID‑19. Ia menegaskan akan melanjutkan fondasi kepemimpinan yang telah berjalan untuk pengembangan bisnis Anabatic, menekankan pentingnya inovasi dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia sebagai pendorong utama pertumbuhan.
“Saya senang menjadi bagian dari perusahaan yang terus berkembang di tengah ketatnya persaingan bisnis dan dinamika industri IT yang tinggi. Saya berharap pengalaman saya di beberapa perusahaan lintas industri, dapat berkontribusi untuk Anabatic dalam mencapai visi dan misi perusahaan,” ujar Irfan dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari laman resmi Anabatic, Jumat, 08 Mei 2026.
Selain Irfan, Anabatic juga mengangkat Prasetio sebagai Komisaris Independen. Prasetio memiliki latar belakang di Garuda Indonesia dan PT Citilink Indonesia. Selanjutnya, Victor Budi Tanuadji ditunjuk sebagai Komisaris Perseroan.
Pernyataan pengunduran diri Ignasius Jonan dari kursi Presiden Komisaris dan Komisaris Independen ATIC diajukan pada tanggal 23 Februari 2026. Pengunduran diri tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ATIC pada Jumat, 27 Maret 2026.
Keputusan ini menandai langkah strategis Anabatic untuk memperkuat kepemimpinan dengan pengalaman lintas industri, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan terhadap inovasi dan pengembangan SDM sebagai kunci pertumbuhan masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
