Ancelotti Akui Strategi Hati-Hati Bikin Brasil Tersingkir
Gambar atau konten salah?
Pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, mengakui bahwa dirinya sengaja tidak menerapkan strategi menyerang penuh saat timnya kalah dari Norwegia. Ia menilai bahwa bermain terlalu agresif untuk menekan lawan justru terlalu berbahaya.
Brasil harus tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Selecao pulang lebih awal setelah dikalahkan Norwegia dengan skor 1-2 di New York New Jersey Stadium, pada Senin, 06 Juli 2026.
Dua gol kemenangan Norwegia dicetak oleh Erling Haaland melalui brace pada menit ke-79 dan 80. Tim Samba hanya mampu membalas melalui penalti Neymar di menit-menit akhir pertandingan.
Sebenarnya Brasil memiliki kesempatan untuk unggul lebih dulu. Mereka mendapat hadiah penalti pada menit ke-14. Namun, Bruno Guimaraes yang menjadi eksekutor gagal menjalankan tugasnya setelah sepakannya ditepis oleh kiper Norwegia, Orjan Nyland.
Brasil memulai laga dengan cukup baik. Beberapa kali mereka berhasil mengancam gawang lawan di awal pertandingan.
Namun, Brasil tidak mau mengambil risiko untuk bermain lebih menekan. Alasannya, lini belakang Norwegia tampil sangat solid. Carlo Ancelotti menjelaskan hal ini setelah pertandingan.
Ia mengatakan bahwa bermain sangat menekan melawan Norwegia terlalu berisiko. Pendekatan Ancelotti yang terlalu hati-hati ini kemudian menjadi sebuah kesalahan.
Norwegia mendominasi pertandingan dengan 66 persen penguasaan bola. Brasil tidak bisa banyak mengembangkan permainan karena hanya memiliki 34 persen penguasaan bola.
"Pada awalnya, menurut saya, kami adalah tim yang memegang kendali, kami menciptakan peluang," kata Ancelotti seperti dikutip dari Reuters.
"Sulit untuk memberikan terlalu banyak tekanan karena Norwegia rapat di pertahanan mereka. Memberikan terlalu banyak tekanan adalah risiko," jelasnya.
Kekalahan ini menjadi catatan penting bagi Brasil. Mereka sebenarnya memiliki peluang emas melalui penalti di awal laga, tetapi kegagalan Bruno Guimaraes mengeksekusi penalti mengubah jalannya pertandingan. Strategi hati-hati Ancelotti justru membuat Brasil kehilangan kendali permainan dan akhirnya harus tersingkir lebih awal dari turnamen.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
