720 Mahasiswa UMMI Dilepas, Bawa Inovasi ke Desa
Gambar atau konten salah?
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, secara resmi melepas 720 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pelepasan ini berlangsung di Kampus UMMI pada Senin, 06 Juli 2025.
Ade memberikan arahan khusus kepada para mahasiswa. Ia meminta mereka membawa inovasi nyata ke desa-desa. Bukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik.
"Ini momentum bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan langsung di tengah masyarakat. Saya berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan," ujar Ade Suryaman.
Ia mewanti-wanti para mahasiswa untuk selalu menghormati nilai sosial dan kearifan lokal. Semangat gotong royong harus dijunjung tinggi saat menjalankan program kerja di desa. Momen turun gunung ini, kata Ade, harus dimanfaatkan maksimal untuk mengasah kepemimpinan dan empati.
"Jadikan setiap pengalaman selama KKN sebagai bekal berharga membentuk karakter. Sehingga kelak menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi terbaik bagi daerah, bangsa, dan negara," tegasnya.
Ketua LPPM UMMI, Dr. Jujun Ratnasari, M.Si., menjelaskan bahwa 720 mahasiswa ini dibekali misi berat. Mereka disebar melalui lima skema utama, mulai dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Skema terbesar adalah KKN One Village One Department (Ovod). Skema ini melibatkan 438 mahasiswa. Mereka disebar ke 6 kecamatan dan 22 desa di Kabupaten Sukabumi.
"Fokus utama KKN Ovod ini adalah pengelolaan sampah dan penanggulangan stunting, yang menjadi prioritas di masyarakat saat ini," papar Jujun.
Selain Ovod, ada skema KKN Sinergi. Skema ini merupakan kolaborasi dengan Bapperida untuk mitigasi bencana di Warungkiara. Ada juga KKN Muhammadiyah Aisyiyah di Malang. Bahkan ada KKN Skema Internasional di Malaysia. Sebagai output, mahasiswa ditantang membuat karya kompetitif berupa press release hingga video dokumenter.
Wakil Rektor I UMMI, Dr. Asep Muhamad Ramdan, ikut melempar peringatan keras. Ia melarang keras mahasiswanya bersantai ria apalagi sekadar jalan-jalan selama KKN.
"Kuliah kerja nyata, bukan pelancong, pelesir, atau melamun!" tegas Asep memperingatkan.
Ia meminta mahasiswa all-out mempraktikkan ilmu yang sudah didapat dan membaur dengan warga.
"Kembali kepada masyarakat, berikan wawasan, pengetahuan, keterampilan yang secara akademik sudah kalian dapatkan. Silakan berkolaborasi dengan masyarakat," pungkasnya.
Skema terbesar dalam program KKN ini adalah KKN One Village One Department (Ovod). Skema ini melibatkan 438 mahasiswa. Mereka disebar ke 6 kecamatan dan 22 desa di Kabupaten Sukabumi. Fokus utama KKN Ovod adalah pengelolaan sampah dan penanggulangan stunting. Dua isu ini menjadi prioritas di masyarakat saat ini.
Selain Ovod, ada skema KKN Sinergi. Skema ini merupakan kolaborasi dengan Bapperida untuk mitigasi bencana di Warungkiara. Ada juga KKN Muhammadiyah Aisyiyah di Malang. Bahkan ada KKN Skema Internasional di Malaysia. Sebagai output, mahasiswa ditantang membuat karya kompetitif berupa press release hingga video dokumenter.
Ade Suryaman menekankan bahwa KKN bukan sekadar formalitas untuk menggugurkan kewajiban akademik kampus. Ia menyebut momen ini sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan langsung di tengah masyarakat. Ia berharap mahasiswa bisa menjadi agen perubahan.
Para agen perubahan ini diingatkan untuk selalu menghormati nilai sosial dan kearifan lokal. Mereka juga harus menjunjung tinggi semangat gotong royong saat menjalankan program kerja di desa. Ade meminta momen turun gunung ini dimanfaatkan maksimal untuk mengasah kepemimpinan dan empati.
Ketua LPPM UMMI, Dr. Jujun Ratnasari, M.Si., menjelaskan bahwa 720 mahasiswa ini dibekali misi berat. Mereka disebar melalui lima skema utama, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Skema terbesar adalah KKN One Village One Department (Ovod). Skema ini melibatkan 438 mahasiswa. Mereka disebar ke 6 kecamatan dan 22 desa di Kabupaten Sukabumi. Fokus utama KKN Ovod adalah pengelolaan sampah dan penanggulangan stunting. Dua isu ini menjadi prioritas di masyarakat saat ini.
Selain Ovod, ada skema KKN Sinergi. Skema ini merupakan kolaborasi dengan Bapperida untuk mitigasi bencana di Warungkiara. Ada juga KKN Muhammadiyah Aisyiyah di Malang. Bahkan ada KKN Skema Internasional di Malaysia. Sebagai output, mahasiswa ditantang membuat karya kompetitif berupa press release hingga video dokumenter.
Wakil Rektor I UMMI, Dr. Asep Muhamad Ramdan, turut memberikan peringatan keras. Ia melarang keras mahasiswanya bersantai ria apalagi sekadar jalan-jalan selama KKN.
"Kuliah kerja nyata, bukan pelancong, pelesir, atau melamun!" tegas Asep memperingatkan.
Ia meminta mahasiswa all-out mempraktikkan ilmu yang sudah didapat dan membaur dengan warga.
"Kembali kepada masyarakat, berikan wawasan, pengetahuan, keterampilan yang secara akademik sudah kalian dapatkan. Silakan berkolaborasi dengan masyarakat," pungkasnya.
Program KKN Reguler Tahun Akademik 2025/2026 ini digelar di Kampus UMMI. Ade menegaskan KKN bukan sekadar formalitas untuk menggugurkan kewajiban akademik kampus. Ia meminta momen ini dimanfaatkan maksimal untuk mengasah kepemimpinan dan empati. Jadikan setiap pengalaman selama KKN sebagai bekal berharga membentuk karakter. Sehingga kelak menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi terbaik bagi daerah, bangsa, dan negara.
Secara keseluruhan, program KKN ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri. Mereka dituntut untuk benar-benar bekerja dan berinovasi, bukan sekadar jalan-jalan atau bersantai. Fokus pada pengelolaan sampah dan penanggulangan stunting menunjukkan bahwa program ini menyasar masalah-masalah konkret yang dihadapi masyarakat saat ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
720 Mahasiswa UMMI Dilepas, Bawa Inovasi ke Desa
Jamu Jadi Andalan Baru Wisata Kesehatan RI
Hakim Tolak Praperadilan, SP3 Erwin Sah
Ibrahimovic: Saya Bisa Kena Empat Kartu Merah Lawan Paraguay
Wacana Ganti Nama Jawa Barat Jadi Sunda Kembali Bergulir
Bocah 5 Tahun Tewas Digigit Ular Weling Saat Tidur
Jembatan Serayu Banyumas Dibuka, Antrean Mengular 1 Km
Bupati Sidoarjo Ajak Warga Perangi Narkoba
Truk Kontainer Terguling di Surabaya, Macet Total hingga Babat Jerawat
Rahasia Fisik Haaland: Latihan Ekstrem dan 6.000 Kalori Sehari
