Antok Sidoarjo: 25 km Sepeda Harian ke Surabaya Setiap Pagi
Gambar atau konten salah?
Antok, 53 tahun asal Sidoarjo, memutuskan untuk beralih ke sepeda sebagai moda transportasi harian. Setiap pagi, ia mengayuh sejauh 25 kilometer dari rumahnya di Mentari Bumi Sejahtera ke kantor di Jemur Andayani, Surabaya. Waktu berangkatnya 05.00 WIB, tiba di kantor sekitar 06.30 WIB.
Di pagi hari, ketika sebagian warga masih bersiap, Antok sudah menyalakan sepeda. Ia menembus jalanan Sidoarjo menuju Surabaya, berbagi ruang dengan kendaraan bermotor yang melaju kencang. Terkadang ia harus melambat saat arus lalu lintas mulai padat, namun kayuhan sepedanya tetap stabil menembus jalanan yang tidak selalu ramah bagi pesepeda.
“Sepedaannya santai sambil rekreasi dan healing,” kata Antok pada 02 April 2026. Ia menjelaskan alasan di balik kebiasaannya. “Ya ingin saja, karena hobi dari 3-4 bulan belakangan ini. Kebetulan pas kondisi harus melakukan penghematan BBM juga to katanya? Jadi sambil menyelam minum air, sambil bekerja dan menjaga kesehatan,” ujarnya. Antok sudah merasakan manfaat bersepeda. “Dulu sebelum gowes badan kurang segar, kadang pusing. Sekarang lebih enak, lebih segar. Selain berhemat bensin, manfaatnya banyak,” tuturnya.
Rutinitas bersepeda Antok tidak hanya terbatas di kota. Ia pernah gowes dari Sidoarjo ke Madura, melintasi Suramadu. Rute lebih jauh yang pernah ditempuh meliputi Batu, Purwosari, hingga Mojokerto. Meski usianya tidak lagi muda, Antok mengaku sudah memahami batas kemampuannya. “Kalau capek atau sakit ya naik motor. Tapi kalau nggak capek ya bersepeda,” jelasnya.
Antok tidak tergabung dalam komunitas pesepeda. Ia memilih menjadi pesepeda mandiri, mengandalkan kebebasan dan fleksibilitas. Di akhir pekan panjang di awal April, ia berencana menempuh jarak lebih jauh. “Pengen pecahkan rekor pribadi pas long weekend ini, sepedaan dari Sidoarjo ke Nganjuk,” ucapnya sembari tertawa kecil.
Bagi Antok, bersepeda menjadi cara sederhana menghadapi ketidakpastian global sekaligus menjaga tubuh tetap bugar tanpa harus bergantung pada BBM. “Untuk yang biasa pakai motor, bisa beralih ke sepeda. Selain hemat, badan juga lebih sehat,” pungkasnya.
Antok menunjukkan bahwa perubahan kecil dalam kebiasaan harian dapat membawa dampak positif bagi kesehatan dan ekonomi pribadi. Dengan menyesuaikan diri dengan kondisi tubuh dan lingkungan, ia berhasil mengintegrasikan olahraga rutin ke dalam rutinitas kerja, sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi orang lain untuk mempertimbangkan sepeda sebagai alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
