Antrean Truk BBM di Pasuruan, Kemacetan Parah di Pantura
Gambar atau konten salah?
Pasuruan mengalami kemacetan parah. Penyebabnya? Antrean panjang truk yang memburu solar bersubsidi. Kendaraan besar itu mengular dari dalam SPBU hingga ke jalan raya. Akibatnya, lalu lintas tersendat parah. Tidak bisa dihindari.
Beberapa SPBU di jalur Pantura menjadi titik kemacetan. SPBU Raci, SPBU Beji, dan SPBU Nguling semuanya dipadati truk. Truk-truk itu meluber keluar, mempersempit badan jalan. Arus kendaraan lain jadi terganggu.
"Di SPBU Raci, truk-truk besar mengular sampai ke jalan," ujar Arifianto, seorang pengendara yang melintas. Ia bukan satu-satunya yang mengeluh.
Di SPBU Nguling, antrean sudah terlihat sejak Rabu, 24 Juni 2024. "Kemarin sore sudah antre," kata Arya, warga yang tinggal di sekitar lokasi. Kepadatan lalu lintas akibat antrean truk ini menjadi pemandangan umum di Pasuruan.
Bukan hanya di Pantura. Antrean truk pemburu solar juga terjadi di jalur Pasuruan-Malang. Contohnya di SPBU Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek. "Antrean di SPBU Warungdowo terlihat sejak tadi malam," terang Sayed, warga setempat. Situasinya sama.
Solar bukan satu-satunya bahan bakar yang diburu. Antrean motor untuk membeli Pertalite juga terlihat di sejumlah SPBU. Seorang pengendara bernama Supriyadi mengungkapkan ada pembatasan. "Dibatasi Rp25 ribu per motor," jelasnya. Pembelian dibatasi jumlahnya.
Di SPBU Kebonagung, situasinya lebih parah. Stok Pertalite sudah habis. Petugas SPBU di sana mengatakan Pertalite kosong sejak dua hari yang lalu. Pasuruan sedang mengalami krisis bahan bakar bersubsidi di beberapa titik.
Antrean panjang kendaraan, baik truk maupun motor, menjadi pemandangan sehari-hari. Kemacetan pun tak terelakkan di berbagai ruas jalan. Warga dan pengendara harus bersabar menghadapi situasi ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
