Aqshal Ilham Safatullah Raih Podium Ketiga di ARRC Malaysia

Yuli S. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 131 dibaca
Bisik.id
Aqshal Ilham Safatullah Raih Podium Ketiga di ARRC Malaysia

Gambar atau konten salah?

Aqshal Ilham Safatullah, seorang pemuda berusia 22 tahun dari Kudus, berhasil meraih podium ketiga di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 kelas UB150 yang digelar di Malaysia pada 12 April 2026. Prestasi ini menandai debutnya di kancah balap internasional.

Aqshal tergabung dalam One For All Racing Team, tim asal Jepang yang menilai potensi bakatnya. Dalam balapan tersebut, ia memulai dari posisi ke-18 namun berhasil menempati posisi ketiga, menampilkan kemampuan bertahan dan strategi balap yang mengesankan.

Setelah sukses di Malaysia, Aqshal akan tampil pada seri ARRC 2026 di Thailand pada bulan depan. Ia diharapkan dapat mempertahankan performa podium dan memperkuat nama Indonesia di ajang tersebut.

Orang tua Aqshal, Bambang Siswanto, mengungkapkan kebanggaannya. Ia menyatakan bahwa putranya mulai latihan balap sejak usia sekolah dasar. “Anak saya mulai latihan balap mulai SD, jadi SD itu kakaknya dulu yang balapan dan setelah kakak bisa main balap dia kepengin balap juga sejak itu bisa naik motor. Akhirnya jadi pebalap dua-duanya,” jelas Bambang saat berbincang pada 15 April 2026 di bengkelnya Desa Sunggingan, Kecamatan Kudus.

Bambang juga menambahkan bahwa kakak Aqshal, Alif Jihad Safatullah berusia 25 tahun, sering mengikuti kejuaraan daerah. “Sebelum itu tim main sendiri tim AJS Racing berangkat sendiri. Kalau kejuaraan daerah kita berangkat sendiri biaya sendiri,” kata Bambang, menekankan bahwa sebelum bergabung dengan tim Jepang, Aqshal tampil dari tim sendiri, AJS Racing Kudus, dengan biaya sendiri.

Sehari-hari, Bambang bekerja di bengkel motor di Kudus. Ia berusaha memberikan dukungan kepada anaknya meski dengan fasilitas seadanya. “Kita latih anak menjadi pebalap dengan kondisi bengkel seadanya ini untuk mensupport Aqshal dan Alif dan akhirnya berjalan waktu Aqshal diambil tim akhirnya sempat 10 kelas juara 1 di Mijen. Akhirnya diambil tim Jogja, terus podium sampai ke Mandalika dan di Mandalika pernah menjadi juara podium ketiga,” ungkapnya.

Pengakuan tersebut menegaskan bahwa Aqshal telah meraih beberapa juara balap motor UB150, termasuk juara ketiga di Mandalika. Dari prestasi tersebut, tim Jepang akhirnya melihat potensi Aqshal. “Akhirnya ada tim Jepang ini melihat Aqshal berpotensi, akhirnya dikontrak tim Jepang, dan saya bertanya kepada anak saya disuport dari tim dari Temanggung dan sekarang ikut dari One For All dari Jepang,” jelas Bambang.

Bambang menjelaskan bahwa debut Aqshal di seri ARRC 2026 di Malaysia menghasilkan podium ketiga. Ia mengingatkan bahwa awalnya ia ragu karena Aqshal memulai balapan dari posisi ke-18 dengan kopling bermasalah. “Kemarin perdana dan alhamdulillah podium tiga. Awalnya ragu karena Aqshal sendiri posisinya start posisi ke-18 dengan kopling bermasalah dia bisa main. Ia mampu bertahan balap itu akhirnya bisa mojok sampai depan begitu akhir lap, last lap dia bisa ambil ke posisi ketiga. Bulan depan main di Thailand,” ungkapnya.

Rasa bangga Bambang tak terbendung. Ia sering memanggil kakak Aqshal untuk mendapatkan kritik dan saran. “Bangga banget, setiap event dia pasti telepon kakaknya, kemudian saya kritik sedikit-sedikit bagaimana harus seperti ini seperti ini bangga banget, karena dari start nomor 18 bisa sampai ketiga,” kata Bambang.

Selain kebanggaan, Bambang menegaskan harapannya agar Aqshal tetap konsisten dan berkomitmen. “Harapan kita tetap konsisten untuk mendidik Aqshal Ilham, dan harus tetap komitmen konsisten dan harapan saya mungkin di Kota Kudus terwujud sirkuitnya,” ujarnya.

Bambang juga menceritakan masa lalunya sebagai pebalap motor. Ia pernah bermimpi menjadi pebalap profesional, namun terhalang biaya. “Alhamdulillah dulu dari kecil pebalap, karena dulu biaya kurang tersuport jadi seadanya, akhirnya buka bengkel, karena Aqshal pengen balap ya tak dukung seadanya, akhirnya dikontrak bos-bos besar. Komitmen dan gigih mempertahankan prestasinya,” jelas Bambang.

Ia menambahkan bahwa biaya dukungan tidak hanya sekadar satu atau dua juta rupiah. “Kesulitan biaya sendiri biaya tidak hanya Rp 1 juta sampai Rp 2 juta, bahkan saya biaya kedua anak saya bisa sampai miliaran,” kata Bambang, menyoroti besarnya investasi yang harus ia lakukan untuk mendukung karier balap anaknya.

Bambang tetap berusaha memberikan dukungan penuh, termasuk motor sendiri dan akomodasi selama kompetisi. “Termasuk motor sendiri, akomodasi sendiri berusaha orang tua saya support, anak harus dibimbing dididik, komitmen dalam berolahraga,” tambahnya.

Ketika ditanya tentang dampak prestasi Aqshal, Ketua KONI Kudus, Sulistiyono, mengungkapkan kebanggaannya. “Ikut bangga senang, motivasi lain yang ada di Kudus,” kata Sulistiyono, berharap prestasi Aqshal dapat menjadi inspirasi bagi pembalap motor muda di wilayah tersebut.

Prestasi Aqshal menunjukkan bahwa dengan dukungan keluarga, ketekunan, dan kesempatan yang tepat, seorang pemuda dari Kudus dapat bersaing di level internasional. Keberhasilannya menempatkan nama Indonesia di panggung balap Asia, sekaligus membuka peluang bagi generasi penerus untuk mengejar impian di dunia motor.

Aqshal Ilham SafatullahARRC 2026Podium ketigaOne For All Racing TeamKudusBalap motorIndonesia

Komentar

Memuat komentar...