AQUA Luncurkan Edukasi Hidrasi di Rumah Sakit Jakarta

Bambang W. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
AQUA Luncurkan Edukasi Hidrasi di Rumah Sakit Jakarta

Gambar atau konten salah?

AQUA Goes to Hospital adalah inisiatif edukasi kesehatan keluarga yang diluncurkan oleh AQUA bersama The Asian Parents. Program ini akan berlangsung di beberapa rumah sakit besar di Jakarta dan sekitarnya mulai April hingga Desember 2026.

Rangkaian acara pertama di RS Mitra Keluarga Bintaro menampilkan tema Langkah Kecil, Dampak Besar: Tips Pilih Hidrasi Terbaik untuk Keluarga. Para peserta mendapat sesi edukasi dari para ahli, aktivitas interaktif, dan diskusi langsung dengan ibu-ibu tentang cara memilih air minum yang aman dan berkualitas.

Marketing Manager AQUA, Fella Falencia, menulis bahwa seri edukasi ini lahir dari komitmen bersama AQUA, The Asian Parents, dan RS Mitra Keluarga Bintaro. Ia menegaskan bahwa program ini bertujuan membantu ibu dalam menentukan pilihan terbaik bagi keluarga, termasuk air minum yang mendukung hidrasi sehat bagi semua anggota keluarga, termasuk anak-anak.

Fella berharap kolaborasi dengan rumah sakit besar di Jakarta dapat memaksimalkan proteksi kesehatan keluarga melalui hidrasi berkualitas. Ia menambahkan, “Memilih air minum yang aman dan berkualitas bukan hanya untuk hari ini, tetapi merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi seluruh anggota keluarga. Melalui program ini, AQUA menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat Indonesia tentang pentingnya hidrasi sehat sekaligus menghadirkan produk air mineral berkualitas tidak hanya di rumah, tetapi juga di fasilitas kesehatan atau rumah sakit.”

Ia juga menyatakan, “Dengan menggandeng tenaga ahli dan komunitas, AQUA berharap dapat mendorong perubahan kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan keluarga Indonesia.”

Dr. Adelina Haryono, Spesialis Gizi Klinis RS Mitra Keluarga Bintaro, menyoroti pentingnya kecukupan air minum harian. Ia mengatakan, “Banyak yang merasa sudah cukup minum, padahal faktanya masih banyak masyarakat yang mengalami kekurangan cairan. Tercatat sekitar 1 dari 5 anak dan remaja serta 1 dari 4 orang dewasa masih belum cukup minum air.”

Dr. Adelina menambahkan, “Padahal, tubuh kita terdiri dari sekitar 50-60% air, yang berperan penting dalam hampir seluruh fungsi tubuh, mulai dari pembentukan sel hingga menjaga keseimbangan cairan. Kebutuhan cairan berbeda-beda, tetapi secara umum anak membutuhkan sekitar 1,2-1,5 liter per hari, sementara orang dewasa sekitar 1,8-2 liter per hari. Dan yang terpenting, jangan menunggu haus untuk minum.”

Dr. Tria Rosemiarti, Dipl. in Nutrition, MKK, menekankan bahwa keamanan air minum di Indonesia sangat bergantung pada kualitas sumber airnya. Ia menyatakan, “Masih banyak sumber air yang berisiko tercemar. Data dari Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) menunjukkan bahwa 7 dari 10 rumah tangga di Indonesia masih mengonsumsi air yang terkontaminasi E. coli, dan hanya sebagian kecil yang memiliki akses air minum aman.”

Dr. Tria menjelaskan bahwa merebus air memang dapat membunuh sebagian besar bakteri, namun tidak menghilangkan logam berat atau senyawa lain yang mungkin ada di dalam air, terlebih jika kualitas sumber airnya tidak terjaga. Ia mengimbau bahaya minum air dari sumber yang tidak terjaga kualitasnya terhadap kesehatan, termasuk tumbuh kembang anak.

Publikasi terbaru di International Journal menunjukkan bahwa anak yang rutin terpapar air minum yang tidak aman dan mengandung kontaminasi mikrobiologis, khususnya bakteri Escherichia coli, meningkatkan risiko stunting hingga 4,14 kali. Temuan ini mencakup data dari beberapa wilayah Indonesia, termasuk penelitian komprehensif di 13 provinsi dan studi lapangan di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dr. Tria menekankan bahwa kondisi ini dapat memengaruhi penyerapan nutrisi dan tumbuh kembang, serta berdampak pada tinggi badan, daya ingat, kemampuan bahasa, dan performa akademik anak usia sekolah.

Ibu Bijak AQUA, Almiranti Fira, mengungkapkan peran penting ibu dalam membangun kebiasaan hidrasi keluarga. Ia berkata, “Di rumah, ibu itu ibarat ‘menteri kesehatan’ bagi keluarga. Pilihan sederhana seperti air minum ternyata punya dampak besar, karena anak-anak akan meniru kebiasaan orang tua setiap hari.”

Fira menekankan langkah paling sederhana untuk menjaga kesehatan keluarga setiap hari adalah memilih air yang sudah terjamin kualitasnya. Ia membagikan beberapa tips agar anak-anak terbiasa minum air putih tanpa paksaan: memastikan air minum mudah dijangkau, membuat ‘jadwal’ minum air, dan menjadikan orang tua sebagai contoh dalam membangun kebiasaan tersebut.

Menurut Fira, kebiasaan baik dapat dibentuk secara bertahap melalui contoh dan konsistensi, bukan lewat paksaan.

Program AQUA Goes to Hospital menegaskan bahwa edukasi tentang hidrasi sehat tidak hanya penting di rumah, tetapi juga di fasilitas kesehatan. Melalui kolaborasi dengan tenaga ahli, komunitas, dan rumah sakit, AQUA berupaya memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya memilih air minum yang aman dan berkualitas.

Dengan data yang menunjukkan tingginya tingkat kontaminasi air di rumah tangga, serta dampak negatifnya pada kesehatan anak, program ini menjadi upaya konkret untuk meningkatkan kesadaran dan praktik hidrasi yang sehat di kalangan keluarga Indonesia.

AQUA Goes to Hospitaledukasi hidrasirumah sakit Jakartaair minum amankontaminasi E. colikekurangan cairanstunting

Komentar

Memuat komentar...